Ilustrasi

SERANG – Warga Kota Serang rupanya kurang berminat menjadi tenaga kerja di luar negeri. Mereka lebih memilih bekerja di daerah meski kesempatan dan peluang kerjanya terbatas.

“Ada PJTKI pada tahun 2015 lalu membutuhkan 2.000 TKI, tapi tidak ada peminat dari sini. Padahal berangkatnya legal,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kota Serang Elly Muflihah, Jumat (4/3/2016), di ruang kerjanya.

Elly mengungkapkan, warga Kota Serang yang jadi TKI jumlahnya di bawah 200 orang. Seperti bekerja di Malaysia. Itu pun hanya satu sampai dua orang. Pendapatan menjadi TKI di Malaysia memang tidak beda jauh dengan di Indonesia, tapi peluang pekerjaannya banyak. “Di sini agak susah, penganggurannya banyak,” ungkap Elly.

Disnakertrans, lanjut dia, menyosialisasikan kepada warga agar menjadi TKI melalui jalur resmi atau legal. Juga mendorong warga bekerja di luar negeri untuk mengurangi pengangguran. “Daripada nunggu pekerjaan di Kota Serang atau susah dapat kerjaan, ke sana (TKI) dulu lah. Nanti pulang ke Indonesia punya modal,” ungkapnya. (Fauzan Dardiri)