Warga Kota Serang Nobar Film G 30 S/PKI di Alun-alun

0
102

SERANG – Masyarakat Kota Serang antusias nonton bareng film Penghianatan G 30 S/PKI yang diadakan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0602 Serang di Alun-alun Barat Kota Serang, Sabtu (30/9) malam.

Nonton bareng film sejarah ini, sebagai upaya mengingat sejarah kelam yang menimpa bangsa Indonesia pada 1965.

Komandan Kodim (Dandim) 0602 Serang Letkol Czi Harry Praptomo mengatakan, sejarah bangsa Indonesia harus selalu diingatkan, kejadian ini jangan sampai terulang kembali.

“Bahaya laten dalam arti bahwa bahaya yang tersembunyi dan suatu saat akan muncul lagi,” ujarnya saat nobar film G 30 S/PKI di Alun-alun Barat, Kota Serang, Sabtu (30/9).

Dikatakan, komunis adalah ideologi yang tidak pernah mati, hanya tidur, suatu saat nanti akan bangkit. Oleh karena itu, imbuhnya, TAP MPRS Nomor 25 tahun 1966 sampai sekarang belum pernah dicabut yang melarang semua ajaran komunisme, marxisme hidup di bumi Indonesia. “Kami akan lakukan pengawasan terus menerus,” terangnya.

“Mengingatkan kembali, sebagai penerus anak muda tidak melihat secara langsung kejadian itu, tapi kakek kita sudah mengalami secara langsung bagaimana kekejaman PKI. Jangan sampai kita biarkan (komunis) eksis lagi, sekali diberi kesempatan hidup mereka akan merusak kehidupan bangsa,” katanya lagi.

Benih-benih komunis, dijelaskan, banyak muncul diberbagai media sosial atau menamainya sebagai anak PKI. Bukan itu saja, gambar palu arit yang terang-terangan ditunjukkan seperti mencoret di dinding berupa lambang palu arit jelas sebagai upaya menujukkan eksistensi kebangkitan PKI.

“Mereka (PKI-red) itu selalu berjuang dan mengatakan bahwa mereka korban orde baru, korban dari rezim Soeharto, itu yang selalu didengungkan oleh mereka,” imbuhnya.

Kodim sendiri terus mengawasi pergerakan dan yang menyebarkan paham komunis. “Kami memang harus menanggapi secara bijak, dalam arti kita jangan lupakan sejarah. Bung Karno mengatakan jas merah, sejarah itu suatu saat akan berulang kalau dibiarkan suatu saat besar lagi, berkembang lagi,” ungkapnya.

Rizal, warga Cipare, mengaku belum paham soal sejarah kelam bangsa Indonesia. Oleh sebabnya, ia sengaja datang nonton bareng berbaur bersama warga Kota Serang lainnya untuk menyaksikan ilustrasi visual kehidupan politik zaman orde baru tersebut.

“Saya ke sini (Alun-alun-red) aja sambil nyari hiburan. Nggak tau apa-apa sejarahnya, makannya ini pengen tau gimana,” ujarnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).