Warga Kota Tangsel 14 Tahun Tinggal di Rumah Mirip Kandang Tanpa Listrik

0
851 views
Tim Dinsos Kota Tangsel saat mendatangi rumah Mia (kanan) di Kademangan, Kecamatan Setu, Kamis (27/7).

Memprihatinkan sekali hidup Mia (18). Bersama ayahnya, dan bayinya, warga Kademangan, Setu, Kota Tangsel ini tinggal di rumah tak layak huni. Juga tanpa penerangan listrik. Kehidupan itu sudah dijalaninya selama 14 tahun.

Suara tangis bayi Rafathar (3 minggu) pecah, saat tim Dinas Sosial Kota Tangsel mendatangi rumah Mia, Kamis (27/7) sekira pukul 11.30 WIB. Mia tahu, buah hatinya itu ingin minum ASI darinya. Namun sayang, tak ada ASI bagi si kecil. Air susu Mia tak keluar, akibat stres dengan beratnya beban hidup. Tak ada pula susu formula sebagai pengganti ASI.

Mia tak banyak bicara saat petugas Dinsos Tangsel mendatangi rumahnya.
Dia kerepotan mengasuh si jabang bayi. Perempuan cantik itu meminta maaf karena tidak bisa melayani tamu dengan baik.

Bagi Mia, kemiskinan sudah lama menjadi teman hidupnya. Mia mengaku
kehidupan yang super sulit ini sudah bukan lagi bebannya. Sudah lama, dia tidak merasakan rumah yang terang saat malam.

Rumah yang ditinggali Mia bersama bayi dan ayahnya cuma berukuran 2×2
meter. Berdinding triplek dan beratap terpal. Lokasinya terhalang ilalang yang tinggi. Dikelilingi saluran air yang baunya tak sedap, serta kubangan air yang mirip dengan tempat mandi kerbau. Jika malam, rumah itu tidak akan terlihat dari manapun. Sebab, tak ada sentuhan listrik.

Bagi Mia, listrik adalah barang mewah. Air bersih adalah benda langka yang tak bisa dia dapatkan. Bernapas baginya adalah sesuatu sekali yang membuat dia harus bersyukur bahwa hidup begitu berharga.

”Kalau sekarang, rasanya sesak karena ada tanggungan hidup (Rafathar-red). Mana, ayahnya Rafathar sudah pergi semenjak saya hamil,” kata Mia menahan getir, matanya berkaca-kaca.

Mia enggan tinggal di rumah singgah saat petugas Dinsos memintanya. Melihat keadaan Rafathar yang memprihatinkan, akhirnya perempuan yang sudah lama putus sekolah itu mau ikut. ”Di rumah ada Bapak, Saya enggak te ga ninggalin,” kata Mia ketika ditanya alasan dia bertahan.

Mia mengaku dirinya bukan tidak pernah berusaha memperbaiki hidup.
Apalagi, banyak fasilitas pelayanan gratis dari pemerintah bagi warga miskin seperti dirinya.

”Semua harus pakai KTP. Saya sudah minta ke Pak RT untuk dibuatkan, tapi saya enggak punya kartu keluarga. Itu kan syarat bikin KTP,” kata Mia di tengah perjalanannya menuju rumah singgah.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Tedi Darmadi mengatakan, melihat keadaan Rafathar yang memprihatinkan, dirinya bersama staf Dinsos lain langsung memeriksa. Didapati bahwa bayi mungil ter sebut mengalami sesak napas.

“Lingkungannya enggak bagus, ternak entog, ayam sama kotoran-kotorannya itu kan kelihatan ya enggak sehat untuk bayi makanya kita urus sekarang,” kata Tedi.

Tedi mengatakan, penjemputan Mia ini dikarenakan adanya laporan dari
salah satu warga yang tidak tega melihat kehidupan Mia dan keluarganya.
”Tetangganya tidak peduli. Bahkan tidak ada laporan selama 14 tahun ini
kepada Dinsos mengenai keberadaan Mia dan keluarganya. Sungguh sangat disayangkan,” kata Tedi.

Menurut Tedi, sesampainya Mia ke rumah singgah langsung ditangani
oleh tim medis. ”Ini melihat anaknya udah prihatin sekali, pastinya enggak sehat. ASI ibunya enggak keluar, uang enggak punya untuk beli susu formula.

Bayi seumur ini mau makan apa kalau bukan susu, makanya kita langsung
kerahkan tim medis,” ujarnya.

Malah, saat ini Rafathar dan Mia tengah dirujuk oleh Puskesmas Setu untuk di opname di RSU Tangsel. “Si bayi meng alami dehidrasi, makanya kita langsung rujuk ke RSU. Kasihan pokoknya. Parahnya, banyak yang tidak peduli,” kata Tedi.

Tedi menambahkan tengah berkoordinasi dengan pemkot untuk mengatasi kondisi Mia. “Di tengah rumah yang terang benderang, ada rumah seperti ini rasanya tidak pantas, ya. Nanti kita cari solusinya, mau dibedah rumah juga, permasalahannya rumah gubuk itu bukan berdiri di atas tanah sendiri. Tanahnya saja numpang, makanya akan kita koordinasikan,” pungkasnya. (ANNISA FITRAH LAELA/RBG)