Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit memeriksa tikus di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

SERANG – Ikin Sodikin, seorang warga di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terkena leptospirosis, penyakit dari air kencing tikus yang mengandung bakteri.

Awalnya, pria itu membersihkan got di pabrik tahu tempat kerjanya. Namun tiba-tiba timbul luka di bagian tangan. Setelah itu badannya terasa lemas dan tidak kuat berjalan, pusing, dan diare.

“Gejalanya mirip seperti tipes. Air kencing saya jadi kuning kayak sirup,” katanya, Selasa (19/2).

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Pipih Saripa memastikan, penyakit yang diderita Ikin dinamakan leptospirosis. Penyakit yang bersumber dari air kencing tikus yang mengandung virus.

“Penyebabnya dari lingkungan yang kotor. Gejalanya demam selama satu sampai tujuh hari. Kalau gejalanya berlanjut bisa menimbulkan kekuningan di area mata, penyakit ini bisa mematikan,” katanya.

Pihaknya sudah meminta bantuan dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengecek bakteri leptospira di Kecamatan Kramatwatu.

“Kita lakukan pengecekan selama empat hari. Setiap hari kita pasang seratus perangkap tikus di sekitar rumah warga yang terkena penyakit ini,” pungkasnya. (Abdul Rozak/Aas)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.