Warga Masih Berkerumun, Tak Pakai Masker

0
653 views
Satpol PP Kota Cilegon melakukan pemantauan di Kecamatan Citangkil, Sabtu (11/4) malam.

Instruksi Walikota Diabaikan

CILEGON – Instruksi Walikota Cilegon Edi Ariadi melalui Surat Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) rupanya masih belum dilaksanakan oleh seluruh warga di Kota Cilegon. Mayoritas warga di Kota Cilegon masih terlihat cuek dan melakukan hal-hal yang telah dilarang oleh Pemkot Cilegon seperti berkerumun serta bepergian tanpa menggunakan masker. Kondisi ini juga yang didapati Satpol PP Kota Cilegon saat pemantauan ke sejumlah titik keramaian.

Berdasarkan pantauan Radar Banten pun, sejumlah warga masih terlihat tidak mengikuti arahan dari Pemkot Cilegon, salah satunya adalah menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Hal itu terlihat di sejumlah pusat keramaian dan jalan protokol Kota Cilegon, masih terlihat banyak warga yang tidak menggunakan masker baik saat mengendarai sepeda motor, maupun berjalan kaki, dan melakukan aktivitas lain.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Cilegon, Sofan Maksudi menjelaskan, selama pemantauan, banyak warga yang ditemukan tidak mematuhi instruksi Walikota Cilegon tentang pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, terakhir, pemantauan dilakukan pada Sabtu (11/4) malam. Pada giat tersebut, pelanggaran masih ditemukan di Kecamatan Citangkil, dan sejumlah titik lain di Kota Cilegon. “Masih banyak masyarakat yang berkerumun di tempat tertentu, seperti di tempat makan di trotoar, rental PS (Play Station), juga warnet,” ujar Sofan kepada Radar Banten, Minggu (12/4).

Diakui Sofan, sejak intruksi tersebut dikeluarkan oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi, pelanggaran masih terus ditemukan. Setiap hari, Satpol PP Kota Cilegon bekerja sama dengan stakeholder lain seperti kepolisian, TNI, serta aparatur kelurahan terus melakukan pemantauan pemberlakukan intruksi tersebut. “Yah gitulah kondisinya warga masih ada yang membandel meski pengawasan setiap hari,” ujarnya.

Untuk rumah makan, kafe, restoran, atau sejenisnya, Pemkot Cilegon masih memberikan kesempatan untuk membuka, tetapi dengan syarat tidak boleh makan di tempat, tetapi kenyataannya, masih ada sejumlah pihak yang membandel. “Selain aktivitas masyarakat, kita pun memantau aktivitas minimarket yang sudah dibatasi oleh pemerintah, bukanya jam 10.00, tutupnya jam 20.00,” ujar Sofan.

Satpol PP Kota Cilegon akan terus mengingatkan kepada masyarakat dan seluruh pihak untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Walikota Cilegon. Ia berharap insturksi itu dilakukan agar rantai penyebaran Covid-19 bisa diputus sehingga tak ada satu pun warga Cilegon yang positif terinfeksi virus.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Cilegon, Juhadi M Syukur mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk terus melakukan pemantauan atas instruksi yang telah dikeluarkan oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi. “Sesuai tugas kita, penegakan peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” ujar Juhadi.

Menurutnya, dalam melakukan pemantauan, ia terus membangun koordinasi dengan pihak-pihak lain, baik yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan yang lainnya. “Kita mengedepankan prinsip pencegahan, kita ingatkan masyarakat bahwa instruksi walikota itu untuk kepentingan masyarakat, karena itu kita meminta agar diikuti instruksi itu,” ujarnya. (bam/air/ags)