Petugas mengatur kendaraan di Jalan Ahmad Yani., Sumurpecung, Kota Serang, saat uji coba sistem satu arah, Sabtu (20/4).

SERANG-Sistem
satu arah atau one way di ruas jalan di Kota Serang mulai diujicobakan
pada Sabtu (20/4). Meski berjalan lancar, tetapi masih banyak pengguna jalan
yang kebingungan. Uji coba itu akan berlangsung hingga Selasa (23/4).

Pantauan Radar Banten, banyak pengguna jalan yang belum memahami alur penerapan satu arah pada Sabtu (20/4).  Akibatnya, sempat terjadi kemacetan sebelum akhirnya petugas memberikan arahan.

Kebingungan lain saat pengendara akan mengambil sisi ruas jalan di Jalan Ahmad Yani yang masih ada pembatas jalan. Mestinya pengendara dari arah Alun-alun menuju arah Pasar Rau langsung mengambil lajur kiri sehingga bisa langsung berbelok. Namun, ada beberapa pengendara yang mengambil lajur kanan sehingga harus berputar ulang.

Beberapa orang juga kaget karena harus dihentikan petugas karena mengambil jalur searah di Jalan Ahmad Yani. Semestinya, pengendara mengambil arah jalan ke kiri melalui Jalan Sochari hingga ketemu di persimpangan Ciwaru.

Diberlakukannya sistem tersebut membuat kendaraan dari arah Ciceri yang akan ke Royal memilih rute ke arah Abdul Latif (Pasar Rau). Kemudian, ke arah Jalan Samaun Bakri dan Jalan Kitapa. Akibatnya, di jalur tersebut terjadi kepadatan arus lalu lintas.

Uji coba itu akan dilakukan hingga Selasa (23/4). Pada pagi hari dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dan sore hari mulai 15.00 hingga 18.00 WIB. Penerapan dilakukan pada lima ruas jalan. Yakni, dari Jalan KH Abdul Hadi searah menuju Jalan Yusuf Martadilaga, dan Jalan KH Achmad Khotib (Pisangmas) searah menuju Jalan Ahmad Yani (hingga Sumurpecung), dan Jalan KH Sochari menuju simpang Warungpojok.

Agus Romli, warga Walantaka, yang akan melintas Jalan Ahmad Yani mengaku kaget dihentikan petugas. Ia tidak tahu jalan tersebut satu arah. “Bisanya kan langsung ini suruh belok. Baru tahu ada aturan baru,” katanya.

Kendati demikian, ia setuju sistem baru satu arah untuk mengurai kemacetan. “Setuju saja meski muter dulu, yang penting enggak macet,” cetusnya.    

Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa LLAJ Dishub Kota Serang Indra Kurniawan tidak mengelak masih banyak pengendara yang kebingungan. “Yang menjadi kekurangan akan dievaluasi,” ujar Indra.

Menurutnya, sejauh ini kondisinya masih ramai lancar dan masyarakat mengikuti arahan dan petunjuk rambu yang sudah disiapkan di jalur-jalur yang dilalui sistem satu arah. “Wajar jika masih ada yang bingung. Petunjuk-petunjuk arah juga mungkin tidak terlihat, kita koreksi,” katanya.

Di tempat terpisah, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, wajar banyak warga yang masih bingung. “Karena baru, jadi banyak yang enggak tahu kalau jalur itu satu arah. Tapi yang tidak tahu hanya diberitahukan saja, belum ada tindakan penilangan,” katanya.

Menurutnya, uji coba yang dilakukan sudah cukup memberikan dampak positif mengurai kemacetan. “Jika berjalan lancar, maka kami akan membuat kebijakan sistem ini menjadi permanen awal Mei,” katanya. (Ken Supriyono)