Warga Nehner Dambakan Air Bersih

Karena Sungai Cimalaung Tercemar

0
2.498 views
MANDI DI SUNGAI: Sejumlah warga Nehner, Desa Buyutmekar, Kecamatan Maja, mandi di aliran Sungai Cimalaung yang kondisinya kotor, kemarin. FOTO: ALI/RADAR BANTEN

MAJA – Warga Kampung Nehner, Desa Buyutmekar, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mendambakan adanya bantuan air bersih. Hal itu karena kondisi aliran Sungai Cimalaung yang biasa digunakan warga tercemar (keruh dan berminyak) seiring dengan datangnya musim kemarau.

Warga Kampung Nehner, Desa Buyutmekar, Adang mengatakan, sebagian warga terpaksa tetap menggunakan air tersebut lantaran tidak semuanya memiliki sumur timba. “Untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, warga terpaksa tetap menggunakan air Sungai Cimalaung kendati kotor dan berminyak,” katanya kepada Radar Banten, kemarin.

Adang menerangkan, sebelumnya kondisi aliran sungai itu jenih dan bersih. Sehingga, tidak semua warga membuat sumur. “Untuk mendapatkan bantuan sarana air bersih, warga sudah beberapa kali mengusulkan melalui pemerintahan desa. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tanggapan. Sehingga sebagian warga masih tetap menggunakan air kotor tersebut,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Desa Buyutmekar Anwar Sadat membenarkan bahwa sebagian besar warganya masih menggunakan aliran Sungai Cimalaung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci dan mandi serta kebutuhan lainnya. “Sungai Cimalung merupakan salah satu sungai andalan. Karena sebelumnya kondisinya sangat bersih,” kata Anwar.

Ia mengaku, guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pihak desa sudah beberapa kali mengusulkan bantuan pembangunan sarana air bersih kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Hampir setiap tahun kami selalu mengajukan bantuan sarana itu, termasuk tahun ini. Namun hingga saat ini, bantuan tersebut belum pernah ada. Saya berharap, dinas terkait segera memberikan bantuan untuk sarana dan fasilitas air bersih itu,” katanya. (Ali/RBG)