Warga Pamarayan Terima Bantuan Rumah Layak Huni

SERANG – Konsep gotong royong yang digagas Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam proses perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) disambut banyak pihak. Kali ini, Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI) Syariah menyerahkan Rumah Layak Huni secara gratis di Kampung Bojong Loa Kecamatan Pamarayan, Kamis (3/8).

Kegiatan tersebut hadir Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Sekertaris Kementrian Koperasi dan UKM Agus Muharram, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Serang Abdul Wahid, dan Presiden Direktur Koperasi BMI Syariah Komarudin Batu Bara. Sebelumnya, Bank bjb juga membantu perbaikan 96 RTLH di Kabupaten Serang.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjelaskan, koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI) Syariah telah menunjukan prestasi yang membanggakan sebagai koperasi masyarakat berbasis syariah dan termasuk koperasi besar di provinsi Banten. prestasi tersebut karena pengelolaan koperasi yang professional dan partisipasi aktif dari seluruh anggota koperasi. Hal tersebut ditunjukan contoh yang baik dan sejalan dengan harapan dan dorongan pemerintah Kabupaten Serang, agar gerakan koperasi di daerah harus menciptakan hubungan dan kemitraan yang kuat dan konstruktif.

“Saya atas nama pemerintah kabupaten serang menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada koperasi BMI Syariah dan kepada seluruh steakholders yang ada karena telah membantu rumah layak huni di wilayah kabupaten serang” ungkapnya.

Tatu melanjutkan, pada kesempatan tersebut gerakan koperasi perlu terus dilanjutkan dengan penekanan pada aspek kebutuhan nyata, seperti pengembangan kesadaran berkoperasi bagi anggota dan masyarakat, implementasi prinsip-prinsip koperasi pada berbagai sektor ekonomi, kerjasama antar koperasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan hubungan kemitraan yang kuat antara pemerintah dengan lembaga gerakan koperasi.

“Alhamdulillah koperasi Syariah bergerak bersama untuk membantu persoalan RTLH di Kabupaten Serang, Koperasi BMI Syariah menjadi contoh untuk koperasi yang lain bahwa koperasi bisa berjalan dengan baik selain usaha juga masuk ke sisi sosial,” sambungnya.

Selain itu, Agus Muharram sebagai Sekertaris Kementerian Koperasi dan UKM menuturkan, rumah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dan menurut data secara nasional terdapat 13,5 juta yang belum memiliki rumah sehingga peran pemerintah dibutuhkan untuk terus membantu melalui program dana yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan hidup layak. Misalkan, Koperasi bersatu dan konsen terhadap pembangunan.

“saya berharap kedepannya program ini bisa berlanjut dan menyebar ke daerah lain sehingga bisa membantu mengentaskn permasalahan di masyarakat,” katanya saat sambutan.

Selain itu, Presiden Direktur Koperasi BMI Syariah, Kamarudin Batu Bara, rumah tersebut adalah ke 2 yang diperbaiki. Selanjutnya, Kecamatan Gunung Sari akan diberikan bantuan yang serupa. Total biaya digunakan sebesar 37 juta dan tersisa 4 rumah lagi yang menjadi target untuk diperbaiki.

“Selain dari hasil koperasi dana tersebut diperoleh dari dana Zakat, Infak dan Shadaqah (Ziswaf) yang selama ini dikumpulkan oleh masyarakat. Dari dana tersebut kita manfaatkan untuk memperbaiki ekonomi masyarakat yang kurang mampu dan tahun ini kita akan launching simpanan wakaf untuk usaha masyarakat,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, proses perbaikan RTLH di Kabupaten Serang dilakukan secara gotong royong, melalui APBD Kabupaten Serang, APBD Provinsi Banten, APBN, sumbangan anggota Korpri, Baznas, dan Kodim 0602/Serang. Dari pihak lain tercatat Bank bjb dan BMI Syariah.(Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)