Warga Penghuni Huntara Korban Tsunami Dambakan Bantuan

PANDEGLANG – Ribuan korban tsunami Selat Sunda yang tinggal di dua tempat, yakni Kecamatan Labuan dan Kecamatan Sumur, mendambakan bantuan. Bantuan yang dibutuhkan itu, seperti beras, lauk-pauk dan sayuran. Mereka sangat mengharapkan itu, seiring dengan kondisi ekonomi warga yang kondisinya tidak stabil.

Penghuni huntara Desa Teluk, Kecamatan Labuan Ade mengaku, jika ekonomi para korban tsunami yang tinggal di wilayahnya belum pulih. Terlebih, tidak mendukungnya cuaca, karena mayoritas penghuni huntara merupakan nelayan. “Kami para nelayan di sini masih menganggur, karena cuaca masih musim barat (angin kencang-red). Kondisi itu, tidak bisa diandalkan untuk mencari ikan karena bisa-bisa celaka,” katanya, Rabu (13/11).

Ade mengakui, adanya bantuan dari pemerintah berupa uang tunai Rp10 ribu per hari per jiwa, tetapi itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Apalagi, dalam dua bulan ke depan kondisi ekonomi belum bisa dipastikan stabil. “Bantuan dana itu belum cukup. Apalagi, kami memiliki anak sekolah yang sangat membutuhkan biaya. Sementara stok beras kami sudah habis,” katanya.

Penghuni huntara di Kampung Pasirmalang, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur Saroja mengatakan, beberapa hari terakhir tidak ada stok beras untuk kebutuhan makan. Ia berharap, selama musim paceklik, terus mengalir bantuan dari pemerintah. “Kami harap bantuan ini selalu ada, agar kami tidak kelaparan,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa (Kades) Teluk, Kecamatan Labuan Endin Fakhrudin memastikan perhatian terhadap para korban tsumani yang tinggal di huntara sudah sangat tinggi. Seperti mengalirnya bantuan dari pemerintah desa, Pemkab Pandeglang dan Pemerintah Pusat. “Termasuk ada bantuan jadup (jaminan hidup-red) sudah diberikan berupa uang Rp10 ribu per orang per hari untuk selama dua bulan,” katanya.

Endin mengaku, permohonan bantuan beras untuk memenuhi kebutuhan korban tsunami yang tinggal di huntara sedang diusulkan ke Pemkab Pandeglang. “Penghunti huntara di Desa Teluk, Kecamatan Labuan ada 248 kepala keluarga. Dan kebutuhannya sedang kami usulkan,” katanya. (her/zis)