Warga Puloampel Keluhkan Debu Pertambangan

Hujan debu terjadi di Kampung Candi, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel. WARGA FOR RADAR BANTEN

PULOAMPEL – Warga Kampung Candi, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, mengeluhkan hujan debu di permukiman warga. Debu itu diduga berasal dari aktivitas pertambangan di wilayah Kecamatan Puloampel.

Hujan debu di Kampung Candi tersebar melalui pesan berantai WhatsApp sejak beberapa hari lalu. Dalam video itu, kepulan debu berterbangan terbawa angin. Sementara, sejumlah kendaraan berat tampak berlalu lalang memasuki kawasan pertambangan.

Warga Kampung Candi Irfan Firdaus mengatakan, hujan debu di kampungnya sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu. Ia menduga debu tersebut berasal dari aktivitas pertambangan yang terbawa angin ke kampungnya.

“Akhir-akhir ini debu pertambangan makin menggila,” katanya kepada Radar Banten, Kemarin (11/11).

Ifran mengatakan, debu tersebut menutupi Kampung Candi sehingga permukiman warga tidak terlihat dari kejauhan. Debu-debu itu juga sampai masuk ke dalam rumah warga. “Ini sangat mengganggu kami yang tinggal di Kampung Candi,” ujarnya.

Ia mengaku, sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemkab Serang untuk ditindaklanjuti. Namun, hingga saat ini belum ada penanganan lebih lanjut.

“Kami minta pihak yang berwenang untuk segera menindak tegas,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto mengaku sudah menerima informasi laporan dari warga. Ia berjanji akan segera menyurvei ke lokasi. “Saya dapat info dari staf saya, nanti akan kita cek ke lapangan,” katanya.

Kendati demikian, Sri Budi mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemprov Banten terkait persoalan tersebut. Karena, perizinan pertambangan ada di Pemprov Banten.

“Kita nanti akan koordinasi, kemudian sama-sama mengecek ke lapangan seperti apa kondisinya,” ucapnya. (jek/zee/ira)