Warga RT 018 Tamanbaru Bertekad Atasi Permasalahan Sampah

0
638 views

TAKTAKAN – Sampah masih menjadi persoalan. Permasalahan ini terjadi hampir di semua wilayah, tak terkecuali di RT 018 RW 06, Lingkungan Tamanbaru, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Taktakan. Makanya, di Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020, warga RT ini hanya mengutamakan kebersihan lingkungannya.

Warga RT 018 seolah sudah di ambang batas kemampuannya untuk mengatasi sampah di kampungnya. Padahal, pengurus RT telah menggandeng pihak ketiga untuk mengangkut sampah rumah tangga di kampung ini. Warganya pun rutin membayar iuran kebersihan. Namun, sampah plastik masih saja ada yang berserakan di jalan.

Sartinah, warga RT 018, mengaku membayar Rp15.000 per minggu kepada petugas pengangkut sampah. Tapi, sampah belum tertangani dengan baik. Menurutnya, karena beberapa kendala. Di antaranya, keterlambatan petugas kebersihan mengangkut sampah dan kesadaran warga akan kebersihan lingkungan belum terbangun dengan baik. Masih ada warga RT ini yang membuang sampah sembarangan.

”Makanya, yang diutamakan itu harus kebersihan dulu,” tukas Sartinah kepada Radar Banten, Sabtu (31/7).

Ketua RT 018 Samudi membenarkan jika penyelesaian permasalahan sampah menjadi target utama RT-nya di LRLA. Sejak Februari 2020, ia mengaktifkan lagi kegiatan Jumat bersih. ”Gotong royongnya aktif lagi. Semua warga kompak,” katanya.

Samudi juga mulai mengimbau warganya agar tidak membuang sampah sembarangan. Lalu, warga diminta menghijaukan halaman depan rumah masing-masing dengan tanaman dalam pot. Samudi menyarankan warganya untuk membeli tanaman yang tahan cuaca panas, karena udara di lingkungan RT 018 panas. ”Ya sejenis tanaman hias gitulah,” ujarnya.

Lurah Tamanbaru Artawi menilai, LRLA mampu mengubah kampung-kampung di wilayahnya yang awalnya kumuh menjadi lebih baik. Meski permasalahan sampah belum tuntas 100 persen, ia cukup senang karena kesadaran warga terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS) mulai terbangun.

”Sekarang mah kalau ada sampah di jalan, langsung dipungut. Segitu aja saya mah udah bahagia,” ungkap Artawi. (mg06/don)