Warga RT 10 Pakuncen Tak Kenal Lelah, Aje Kendor!

WALANTAKA – Tidak mengenal lelah. Kata ini cukup pas untuk menggambarkan semangat warga RT 10 RW 06, Lingkungan Pakuncen, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka. Mereka terus bergotong royong mempersiapkan lingkungannya menuju penilaian tahap dua Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020.

Setiap malam, warga RT ini rutin berkumpul. Mereka bahu-membahu membuat, mengecat, serta memasang pagar dan hiasan dari bambu.

Ketua RT 10 Fatoni mengakui semangat warganya mengikuti LRLA. Warga terpacu setelah RT-nya dinilai oleh juri pada penilaian tahap pertama, periode 4-15 Mei 2020. Saat itu, warga dan pengurus RT mendapat banyak kritik dari juri. Pasalnya, RT 10 sama sekali belum ditata oleh warganya. Belum siap dinilai.

“Sekarang, warga jadi greget. Pengin ngebuktiin kalau RT 10 bisa jadi bagus,” tukas Fatoni kepada Radar Banten, Senin (6/7).

Pelaksanaan kegiatan gotong royong pada malam hari, menurutnya, sesuai keinginan warga. Udara yang lebih dingin dibandingkan siang hari, serta dimanfaatkan sebagai upaya menjaga keamanan lingkungan, menjadi pertimbangan warga.

Saat ini, warga RT 10 baru melakukan pemagaran di bagian depan kampung sepanjang 200 meter. “Sekarang lagi bikin pager buat bagian dalam (lingkungan RT 10-red), 200 meter lagi,” jelas Fatoni.

Warga RT ini pun berencana membuat hiasan dari bambu. Yakni, gapura mini dan tiang-tiang untuk umbul-umbul bertuliskan nama kampung. Hiasan ini akan dipasang jelang kedatangan juri saat penilaian tahap dua, Agustus mendatang.

Rencana lain warga RT 10, lanjut Fatoni, penghijauan dengan penempatan pot tanaman dan membuat ruang terbuka hijau (RTH). Di RTH itu, bakal ditanam tanaman obat keluarga.

Kegiatan warga menata lingkungan RT 10 dibiayai uang iuran warga dan dana stimulan dari Pemkot Serang sebesar Rp5 juta. Bukti swadaya warga itu dicatat dalam buku laporan keuangan RT 10.

“Sesuai arahan juri, kita harus membuat dokumentasi swadaya warga dan foto kegiatan. Semoga, anggarannya cukup buat beli bunga juga nanti,” harap Fatoni.

Sementara, Lurah Kalodran H Arifudin mengaku, rutin mengontrol kegiatan gotong royong warga setiap malam dan siang. Ia memastikan, pada penilaian tahap kedua nanti, keenam RT di Kelurahan Kalodran sudah bagus. 

“Saya jamin, juri bakal kaget dengan penataan yang sudah warga lakukan. Layak dapat nilai tinggi,” pungkas Arifudin. (mg06/don)