Masyarakat Kecamatan Padarincang menyegel jalan menuju lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) PT Sinthesa Banten Geothermal, di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Senin (19/3). (Foto: Kiriman warga)

SERANG – Puluhan masyarakat Kecamatan Padarincang menyegel jalan menuju lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) PT Sinthesa Banten Geothermal, di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Senin (19/3), dengan cara membentangkan kain spanduk dan menanam pohon pisang.

Aksi ini sebagai upaya penolakan masyarakat terhadap rencana pengeboran Gunung Prakasak sedalam 2.000 meter sampai dengan 3.000 meter ke dalam perut bumi.

Abdurrohman, Warga Padarincang mengatakan, setelah berkali-kali melakukan aksi penolakan dan sudah mediasi bersama pihak perusahaan yang juga dihadiri oleh Muspida Kabupaten Serang, ternyata tidak menyurutkan niat dari pihak perusahaan untuk menghentikan proyek tersebut.

“Malah semakin masif, padahal secara gamblang dihadapan perusahaan dan Muspida, masyarakat menyatakan menolak proyek tersebut,” kata dia melalui rilis, Senin (19/3).

Sambungnya, aksi ini atas inisiatif warga Padarincang. Ia melihat akhir-akhir ini kegiatan pengeboran Geothermal semakin intens.

“Bukannya diberhentikan (proyek PLTPB-red), ini malah mau menaikan alat pengeboran ke atas gunung, jelas Kami tak bisa tinggal diam,” kesalnya.

Aksi ini berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 17:00 WIB, yang dikawal oleh beberapa aparatur kepolisian seperti Polsek Padarincang dan Koramil. (Anton Sitompul/antonsutompul1504@gmail.com).

BAGIKAN