Juhadi M Syukur

CILEGON – Parkir di Ramayana Mall Cilegon untuk sementara tidak lagi dikelola PT Charlies Lestari Sentosa (CLS). Pada karcis parkir yang diberikan kepada pengunjung Ramayana, kini berganti nama menjadi Rama Park.

Meski diberi tiket tanda masuk, petugas tidak memungut biaya atas jasa parkir di pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Ahmd Yani tersebut. Walaupun ada saja warga yang menyelipkan uang pada karcis lantaran belum mengetahui bahwa parkir gratis, petugas mengembalikannya lagi kepada warga.

Salah seorang penjaga parkir yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pihaknya sengaja memberikan kertas kuning kepada pengunjung, lantaran dikhawatirkan ada kehilangan pada barang pengunjung. “Kalau ada kehilangan gimana, kan tanggung jawab pemilik gedung juga,” katanya, Minggu (25/2).

Kata dia, parkir gratis itu hanya bersifat sementara sampai dengan izin pengelolaan parkir diterbitkan Pemkot Cilegon. “Sampai dengan izin keluarlah Mas, kalau untuk lebih jelasnya silakan aja ke kantor, nanya sama orang kantor jangan ke saya. Saya hanya menjalankan perintah saja,” tandasnya.

Sementara salah satu pengunjung, Asep Winarno mengatakan, dirinya sudah mengetahui kalau memang parkir di Ramayana sudah gratis, lantaran Pemkot menggratiskannya. “Tentu saja kami senang karena jarang-jarang ada mal yang parkirnya gratis,” ujarnya sambil memberikan karcis parkir.

Dirinya bersyukur kalau memang parkir di Ramayana gratis lantaran mengetahui juga kalau memang pengelola parkir tidak mengantongi izin atau izin pengelolaan parkir belum diperpanjang. “Saya sudah tahu dari dulu sebenarnya, kalau pengelola parkir izinnya belum diperpanjang,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Satpol PP Juhadi M Syukur mengatakan, pihaknya sudah memantau penyegelan parkir Ramayana. Dia memastikan tidak ada pungutan biaya kepada pengunjung Ramayana. “Kalau misalkan itu yang ditulis oleh petugas untuk mengetahui bahwa dengan plat kendaraan sekian, itu hanya sebagai tanda pernah masuk ke Ramayana,” katanya

Selain itu. Kata Juhadi, pihak Ramayana menulis menggunakan kertas kuning tersebut untuk mengantisipasi kehilangan barang dari pengunjung Ramayana. “Kalau kehilangan bagaimana coba, jadi untuk antisipasi kehilangan juga. Kan kalau barang pengunjung hilang masih tanggung jawab dari pemilik gedung Ramayana,” ujarnya. (Adi/RBG)