Aksi menolak penambangan pasir.

SERANG – Sekelompok warga yang menamakan diri Front Kebangkitan Petani dan Nelayan (FKPN) dan Gerakan Mahasiswa Serang Utara (Gamsut) mendatangi Kawasan Pusat ‎Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (8/3)/2016.

Kedatangan massa gabungan dari mahasiswa, masyarakat umum, dan nelayan ini untuk menolak penambangan pasir di Lontar, Tirtayasa, Kabupaten Serang.

Mereka menilai Pemprov Banten mengkhianati masyarat karena membiarkan penambangan pasir di wilayah Serang Utara. Tuhi, perwakilan massa, mengatakan, sebuah perusahaan bernama Van Oord menambang pasir di lokasi PT Hamparan Laut Sejahtera (HLS) dinilai telah melanggar karena amdalnya tidak jelas dan diduga memalsukan dokumen pertambagan.

“Untuk itu kami menuntut agar pemerintah mengusut tuntas pemalsuan dokumen penambangan pasir,” ungkapnya. (Bayu)