Warga Serbu Disdukcapil Tangerang, Ternyata Blanko KTP Elektroniknya Kosong

0
90
Permohonan pembuatan dokumen kependudukan seperti KTP-el, kartu keluarga maupun akta kelahiran masih sangat tinggi. Ratusan warga memenuhi loket kantor Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Selasa (19/9).

TANGERANG – Surat permohonan pembuatan KTP-el di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang mencapai 250 ribu lembar. Namun tumpukan itu tak diimbangi dengan stok blangko KTP-el yang sudah dua minggu tersendat. Imbasnya, pemohon lagi-lagi harus menerima surat keterangan.

Hampir setiap hari, loket penerimaan blanko selalu dipenuhi warga. Namun, cuma kata maaf yang bisa dilontarkan petugas.

”Ya beginilah, kami masih menunggu kiriman blangko dari pusat. Sementara ini hanya menerbitkan resi saja,” ujar Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil, Ahmad Syah, kemarin.

Ahmad menjelaskan, Disdukcapil baru mendapatkan 2.000 buah dan sudah habis. Sementara sejak 2016 hingga tahun ini jumlah pemohon mencapai 250.000 orang. ”Ini kan tidak seimbang, jatah blangko sekali kirim paling cuma 2.000, sementara permohonan mencapai ratusan ribu,” terangnya.

Meski demikian, Ahmad mengaku bahwa Kabupaten Tangerang masih beruntung jika dibandingkan dengan daerah lain. Dimana, banyak daerah lain sejak tahun lalu hingga kini belum mendapatkan jatah blangko.

Faktor populasi penduduk menjadi perhatian pemerintah pusat untuk memprioritaskan Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang lebih cepat diberikan jatah blangko.

”Karena Kabupaten Tangerang itu masuk kategori kota megapolitan dengan jumlah penduduk yang padat, makanya kita rutin minimal sebulan sekali dapat blangko,” ucapnya.

Meski demikian, sambung Ahmad, ia telah mendapatkan kabar bahwa dalam waktu dekat, Kemendagri segera mengirimkan jatah blangko untuk Kabupaten Tangerang. ”Sudah kami ajukan, dan mudah-mudahan dalam satu dua minggu ini sudah dikirim,” terangnya.

Taufik, salah seorang warga Kecamatan Tigaraksa mengaku sudah setahun ini belum memperoleh KTP-el. Padahal ia sudah melakukan perekaman di kantor kecamatan. Imbasnya, ia kesulitan membuka rekening di salah satu bank.

”Bank maunya KTP-el, sedangkan punya saya kan belum jadi, masih nunggu. Pakai suket enggak bisa, ke bank lain juga sama. Suket saya juga ditolak,” tukasnya dengan nada kesal. (HENDRA/RBG)