Warga Tak Disiplin Grafik Covid-19 Tinggi

Walikota Cilegon Edi Ariadi (kanan) setelah rapat evaluasi penanganan Covid-19 di aula Setda Kota Cilegon, Senin (4/5). Dalam rapat itu, Edi menyayangkan sikap warga yang tidak disiplin menerapkan imbauan pemerintah agar di rumah saja.

CILEGON – Grafik Covid-19 di Kota Cilegon terus mengalami peningkatan setiap harinya. Hal itu pun menjadi salah satu bahan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 di aula Setda Kota Cilegon, Senin (4/5).

Disinggung terkait grafik sebaran Covid-19 yang terus meningkat, Walikota Cilegon Edi Ariadi menilai hal tersebut terjadi karena warga tidak disiplin dalam mematuhi arahan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satunya terkait penerapan aturan social distancing atau pembatasan sosial.

“Itu tadi kalau disiplin mah enggak (meningkat), iya lah, begitu saja, sudah cukup imbauan dari pemerintah mah,” ujar Edi kepada wartawan usai rapat.

Kata Edi, World Health Organization (WHO) pun menilai social distancing sangat penting untuk menekan penyebaran virus yang pertama ditemukan di Wuhan Tiongkok tersebut.

Edi berharap masyarakat secara disiplin mematuhi arahan-arahan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, khususnya sejumlah arahan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Misalnya, memperhatikan social distancing, menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, serta sejumlah aturan lainnya.

Edi menilai selama ini pemerintah telah melakukan serangkaian upaya untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut, baik bersifat imbauan serta berbagai tindakan langsung ke lapangan.

Berdasarkan data peta sebaran Covid-19 per 4 Mei 2020, jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Kota Cilegon sebanyak 45 orang, dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 495 orang.  Yang masih dalam pemantauan sebanyak 48 orang, yang selesai menjalani pemantauan sebanyak 447 orang.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 21 orang. Lima diantaranya sedang menjalani perawatan, lima dinyatakan telah sembuh, dan 11 orang meninggal. Kemudian, warga yang telah dinyatakan positif Covid-19 sebanyak satu orang.

Sementara itu Direktur RSKM Rahmat Setiarsa  menjelaskan satu warga yang positif Covid-19 di Kota Cilegon sempat menjalani perawatan di RSKM. menyikapi hal tersebut, sebanyak 28 tenaga medis saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di dalam satu mes.

Secara priodik, tempat yang dijadikan lokasi isolasi diseterilkan menggunakan cairan disinfektan. Kemudian, siapapun tidak boleh mengunjungi tempat isolasi tersebut.

“Sudah kita lakukan rapid test, hasilnya non reaktif, sekarang sudah enam hari, nanti, setelah hari ke 10 akan kembali di rapid test,” paparnya. (bam/alt)