SERANG – Sutarman Wahyudi (25) warga Tangerang, bersama tim pengacaranya mendatangi kantor Ombudsman Perwakilan Wilayah Banten yang berada di Ciracas, Kota Serang, Rabu (14/03).

Sutarman melaporkam dugaan penyerobotan tanah miliknya seluas 2,5 hektar oleh kelompok tertentu di Desa Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang.

Dalam membuat laporan itu, Sutarman menyertakan surat putusan dari pengadilan negeri, dan pengadilan tinggi saat Tangerang masih berada di Provinsi Jawa Barat, yang menyatakan pemilik sah tanah tersebut adalah atas nama Rusli Wahyudi.

“Rusli Wahyudi itu nama ayah saya. Ayah saya lagi berhalangan hadir maka, pengaduan lembaga ini saya yang ajukan. Saya berharap aduan kami ditindak lanjuti, dan Ombudsman bisa memberikan rasa keadilan,” kata Sutarman.

Sutarman menjelaskan, tindakan aduan kepada ombudsman perwakilan Banten ini, setelah pihakny mendapati jalan buntu karena pihak Kelurahan, Kecamatan, Walikota Tangsel, hingga Badan Pertanahan Negara tidak bisa memberikan jawaban pasti dan terkesan menutup nutipi.

“Dulu girik (surat tanah) tersebut saya titip ke Kepala Kelurahan Lengkong Gudang pada tshun 1993, tapi sekarang nama kantornya sudah menjadi Kelurahan Lengkong Gudang Timur,” jelas Sutarman.

Namun tersiar kabar, setelah girik itu hilang, tanah milik orang tua kami tersebut telah berpindah ke tangan dan dikuasai perusahaan yang bergerak dibidang properti, padahal pihak keluarga belum pernah ada yang merasa menjual. dan pihak keluarga telah membayar PBB terakhir tahun 1999.

“Saat ini lahan tersebut, dijadikan perumahan mewah, pengembangnya adalah dari Perusahaan. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana lahan itu ada surat sertifikatnya, sementara kami belum pernah melakukan penjualan,” Terangnya.

Sementara, Staf Ombudsman yang menerima berkas laporan menyatakan ada beberapa berkas dilaporkan ke Ombudsman Wilayah Banten. Diantaranya adalah, salinan putusan pengadilan Negeri dan Putusan Pengadilan Tinggi, serta dokumen kepemilikan lainnya.

“Laporan bapak Sutarman Wahyudi, telah kami terima. Selanjutnya akan kita pelajari terlebih dahulu, sehingga nantinya bisa dijabarkan bagaimana solusi atas tindakan pengaduan ini,” ujar Sekertaris Ombudsman Wilayah Banten Eni. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)