Warga Tangerang Selatan Dilarang Pakai Gas Tiga Kilogram

0
116
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel Maya Mardiana (pegang mik).

SERPONG Warga Tangsel bakal dilarang menggunakan gas melon tiga kilogram. Warga Tangsel dianggap memiliki kemampuan secara ekonomi. Pelarangan ini juga merupakan tindak lanjut banyaknya penyaluran gas elpiji tiga kilogram ini yang tidak tepat sasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel Maya Mardiana mengatakan, pihaknya akan segera membuat surat edaran pelarangan penggunaan gas melon ini.

”Kami sedang membuat drafnya. Dan sudah menyampaikan di rapat pimpinan dan dalam waktu dekat ini akan dibuat surat edaran tersebut,” kata Maya, Senin (9/10).

Menurutnya kuota yang diberikan lebih dari cukup, namun tetap tidak boleh disalahgunakan. Apalagi digunakan masyarakat yang berpenghasilan lebih daripada UMR yang sudah ditetapkan.

”Pertengahan Oktober ini kita akan edarkan dan tidak hanya membuat surat edaran, kita pun akan melakukan sosialisasi ke kecamatan dan kelurahan serta even pameran dan car free day akan sosialisasi gas bersubsidi ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, usai pembuatan surat edaran, dirinya akan berupaya untuk membuat perda mengenai gas elpiji bersubsidi. ”Supaya ada sanksinya kita upayakan,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun Hiswana Migas Tangerang, saat ini distribusi tabung gas bersubsidi di Kota Tangsel mencapai 1,2 juta tabung. Sementara, non subsidi hanya 500 tabung. Dari perbandingan yang signifikan itu, menjadi perhatian bahwa sebagian besar tabung gas bersubsidi tidak tersebar dengan tepat.

Sekretaris Hiswana Migas DPC Tangerang Ahmad Tomie Agustian mengungkapkan, melihat situasi tersebut pihaknya melakukan pengawasan distribusi gas tabung tiga kilogram dengan Simol3k.

Metode tersebut digunakan agar gas bersubsidi tidak diselewengkan. Dengan metode pengawasan Simol3k,  pihaknya bisa melihat penyaluran gas bersubsidi. Serta bisa memantau titik-titik pangkalan resmi.

”Hingga saat ini para agen dan pangkalan resmi patuh pada peraturan karena ada sanksi apabila ditemukan pelanggaran, sehingga pengawasan dengan model Simol3k juga sangat efektif,” katanya.

Berdasarkan data dari Hiswana Migas untuk kuota elpiji Public Service Obligation (PSO) Tangsel tahun 2017 15.274.000 tabung. Dengan penyaluran elpiji PSO dilakukan di 27 agen.

”Untuk realisasi penyaluran sampai dengan Agustus 2017 sebanyak 9.918.000 tabung. Sisa kuota yang masih bisa dipakai dari September hingga Desember 2017 sebanyak 5.356.000 tabung,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan adanya distribusi tabung gas bersubsidi, Pemkot Tangsel membuat surat edaran mengenai kebijakan ini. Karena di Provinsi Banten hanya Tangsel yang membuat surat edaran ini. ”Kami berharap, pemkot membuat surat edaran, sekaligus melakukan sosialisasi akan kebijakan gas bersubsidi ini, supaya tepat sasaran,” harapnya. (mg-04/RBG)