Ilustrasi.

TANGERANG SELATAN – Plt Kepala Dinas Kesehatan Suhara Manulang mengungkapkan, sampai saat ini baru 61 persen masyarakat Tangsel menikmati fasilitas jaminan kesehatan nasional (JKN). Padahal target yang ditentukan mencapai 95 persen di awal tahun ini.

Ada beberapa kendala yang ditemukan di lapangan. Salah satunya adalah sosialisasi yang minim sehingga masih banyak masyarakat yang belum tahu apa itu JKN? Karena itu sampai pertengahan tahun sosialisasi akan ditingkatkan. Sehingga optimalisasi program JKN bisa terlaksana.

“Kami menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah OPD, yang dipimpin langsung oleh Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat, terkait langkah- langkah apa yang ke depan akan kita lakukan,” kata dia usai melakukan rapat Koordinasi Lintas Stakeholder, di Puspemkot, Ciputat, Kamis (1/3).

Menanggapi hal tersebut Asda III Teddy Meiyadi menjelaskan, dalam tiga bulan mendatang pemkot akan melakukan sosialisasi ke semua potensi-potensi yang ada. ”Apalagi ini program nasional, supaya warga tidak sakit. Jadi membayar bukan untuk sakit, tapi yang sehat mensubsidi yang sakit,” kata mantan Kepala Bappeda itu.

Ditambahkan, di rapat selanjutnya akan dilakukan evaluasi mengenai rencana aksi sosialisasinya. ”Karena saat ini sosialisasi dilakukan oleh masing-masing OPD ke seluruh sasaran mitranya, misal Dinas Pendidikan (Dindik) itu ke sekolah-sekolah,” katanya.

Kepala BPJS Kesehatan Kota Tangsel Dwi Asmariyati menuturkan hal senada, bahwa pihaknya pun berharap cakupan kesertaaan program JKN di wilayah Kota Tangsel bisa mencapai 95 bahkan 100 persen. Waktu yang diperlukan untuk mencapai target itu tidak terlalu lama.

”Jadi saya berharap, rapat hari ini dapat memformulasikan apa saja peran dari masing-masing OPD, dalam rangka percepatan menuju jaminan kesehatan semesta,” pungkasnya. (mg-04/asp/RBG)