Warga Terdampak Proyek Tol Minta JPO

Warga melintas di jalan proyek Tol Serang-Panimbang yang belum dibangun JPO di Kampung Gunungmuli Desa Bojongpandan, Selasa (11/2)

TUNJUNGTEJA – Proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang dinilai menghambat akses warga dua desa di Kecamatan Tunjungteja, yakni Desa Bojongpandan dan Desa Kemuning. Warga kedua desa itu pun mendesak PT WIKA sebagai pelaksana proyek bisa membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk memperlancar aktivitas warga.

Pantauan Radar Banten, Selasa (11/2) siang, tampak sejumlah pekerja beraktivitas di lokasi proyek tol. Di lokasi yang sama, sejumlah warga dan kendaraan roda dua lalu lalang melintasi jalan penghubung yang akan dibangun tol.

Anton, warga setempat, mengklaim pernah dijanjikan PT WIKA yang akan membangun JPO pada pertengahan tahun lalu. Karena belum ada kejelasan, pihaknya bersama warga lain sempat melakukan aksi penutupan jalan dengan bambu pada Sabtu (18/1). “Kami hanya minta dibangunkan JPO untuk orang dan motor supaya kalau mau ke sawah enak jalannya,” pinta Anton kepada Radar Banten.

Senada disampaikan Kepala Desa Bojongpandan Hulman yang mengaku sering menerima keluhan warga soal proyek yang dinilai menghambat aktivitas warga. Oleh karena itu, warga meminta perusahaan bisa membangun JPO. Alasan permintaan pembangunan JPO, aktivitas warga Kampung Gunungmuli Desa Bojongpandan dan Kampung Tambalunglor, Desa Kemuning terhambat karena terkendala akses jalan. “Petani pada ngeluh, mau ke sawah susah,” tukasnya.

Pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan kepada PT WIKA dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang terkait pembangunan JPO sesuai aspirasi warga, tetapi belum ada tanggapan. “Semoga segera ada kejelasan, takutnya warga pada demo lagi,” harapnya. (mg06/zai/ags)