Warga berkumpul di depan gerbang TPAS Cilowong menghadang truk pengangkut sampah.

SERANG – Rencana Pemkot Serang membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kecamatan Taktakan pada hari Sabtu (5/1) ini gagal. Warga sekitar menutup paksa pintu gerbang TPAS Cilowong.

Warga hinggapukul 10.00 WIB masih tampak berjaga di depan TPAS Cilowong. Penutupan pintu gerbang TPAS Cilowong dilakukan warga karena pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dianggap tidak menjalani hasil kesepakatan bersama.

“Hasil musyawarah, pembuangan sampah bukan di atas tanah tempat yang longsor. Tetapi di sebelah sana, di balik bukit yang masih tanahnya TPAS Cilowong,” ujar Ahmad Dasuki, warga Cikoak, yang rumahnya tidak jauh dari TPAS Cilowong.

Dasuki menyayangkan, DLH Kota Serang tidak menggubris kesepakatan. Tanpa sepengetahuan warga, sampah sudah ada yang menumpuk di atas tanah yang tidak jauh dari lokasi longsor.

“Sekarang sudah ada sampah (di atas tanah yang longsor), diperkirakan sampahnya ada sekitar lima mobil. Kira-kira dibuangnya jam 7 (pagi), saat warga pada tidak tahu. Pas dikontrol, ternyata buangnya di situ,” katanya.

Hingga saat ini, warga enggan membuka pintu gerbang TPAS Cilowong yang telah digembok, sebelum ada ketegasan dari DLH Kota Serang untuk membuang sampah dibalik bukit. Mobil pengangkut sampah yang datang, diminta untuk putar arah. (Riko Budi Santoso)