Fotokopi KTP Syamsudin diperlihatkan oleh keluarganya.

SERANG –  Warga Pangampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, bernama Syamsudin ternyata termasuk salah satu dari 177 WNI yang berangkat haji secara ilegal melalui Filipina. Untuk berangkat haji melalui jalur itu, ia membayar Rp125 juta kontan.

Siti Mariyam, keluarga dari Syamsudin, mengaku terakhir bertemu Syamsudin saat dia mengambil paspor yang dititipkan di rumah saudaranya, Kampung Maja Asem, Kadikaran Ciruas, Kabupaten Serang.

“Sempat melihat Syamsudin di TV sedang narik koper ketika pemberitaan jemaah haji yang tertahan di Filipina. Terakhir menelepon meminta pulsa. Itu pun tidak memberi kabar keadaannya dan sekarang ditelepon tidak aktif,” ungkapnya, Sabtu (27/8).

Katanya, Syamsudin berangkat pada 18 Agustus. “Tolong uangnya dikembalikan karena itu hasil jual sawah,” katanya. (Sodik)