Suasana sosialisasi data PMKS.

CILEGON – Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon Ratu Ati Marliyati menyebutkan, perilaku malas warga menjadi kendala tersendiri Pemkot Cilegon untuk menekan laju angka kemiskinan dalam data jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS). Perilaku malas itu, kata dia, diperparah lagi dengan kemiskinan dan minimnya pendidikan yang dimiliki warga. Demikian dikatakan Ati saat membuka sosialisasi data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang digelar oleh Dinas Sosial (Dinsos) Cilegon di Aula Setda II Pemkot Cilegon, Senin (28/12/2015).

“Perilaku warga ini, kadang sudah miskin, pendidikannya pun tidak ada, dan jadinya sumeh (malas-red),” ujarnya.

Menurutnya, perilaku itu menjadi satu contoh di antara persoalan yang bersifat kondisional yang dialami warga. “Orang yang tadinya tidak miskin, tapi dia juga bisa menjadi miskin karena misalnya dia sakit yang berkepanjangan, atapun dia menjadi korban PHK atau pensiun sehingga dia tidak mampu menghasilkan keuangan lagi,” katanya.

Lantaran menjadi bagian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015, kata dia, maka pihaknya menargetkan pengurangan angka RTS itu mencapai seribu RTS per tahun. “Kalau dari awal RPJMD itu jumlah RTS kita 15 ribu, sekarang tinggal 11 ribuan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Cilegon, Abadiah menyebutkan penekanan angka RTS itu menjadi tanggung jawab semua pihak sesuai dengan leading sektornya masing-masing. “Sejauh ini kita juga mengelompokkan jenis dan kriteria PMKS. Juga langkah penanganan melalui program pemberdayaan sosial dan pemberdayaan masyarakat miskin, rehabilitasi sosial, perlidungan jaminan sosial. Harapan kami kedepan, angka RTS ini dapat terus ditekan dengan bantuan semua pihak,” katanya. (Devi Krisna)