Warung Jamu Jual Miras Dirazia

Personel Polres Serang Kota saat mendapati botol miras di warung jamu dalam operasi yang digelar pada Senin (28/1) malam.

SERANG– Sejumlah warung jamu di Kepandean, Kelurahan Lontarbaru, dan Tamansari, Kelurahan Cimuncang, Kota Serang, dirazia polisi, Senin (28/1) malam. Puluhan botol minuman keras (miras) beragam jenis berhasil didapat dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) itu.

Operasi pekat melibatkan 12 personel dan dipimpin perwira pengawas (pawas) Polres Serang Kota Inspektur Polisi Dua (Ipda) M Robby.

Polisi bergerak sekira pukul 20.30 WIB. Warung jamu Sofi di Tamansari jadi sasaran pertama. Saat digeledah, polisi menemukan 11 botol miras beragam merek dan minuman oplosan. Di antaranya, anggur merah, Martell, anggur hitam, dan Winners.

“Kami juga menyasar warung jamu di tempat lain yang masih berada di kawasan Tamansari, Kota Serang. Adapun miras yang kami amankan, yakni delapan dus miras. Di dalamnya terdapat miras plastik yang dikemas dengan takaran 0,5 liter,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edhi Cahyono, Selasa (28/1).

Polisi kemudian bergerak ke Jalan Letnan Jidun, Kepandean, Kota Serang. Sebuah warung didatangi dan diperiksa. “Di tempat pertama ini di warung jamu Kepandean. Ada puluhan botol miras yang kami amankan. Jumlahnya ada 28 botol,” kata Edhi.

Usai memeriksa warung jamu tersebut, polisi memeriksa toko milik Zubaydi. Lebih dari 50 botol miras ditemukan dari toko tersebut. “Di tempat terakhir miras yang diamankan jumlahnya banyak. Lebih dari 50 botol,” kata Edhi.

Kasubag Humas Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Badri Hasan menambahkan, operasi pekat itu adalah agenda rutin kepolisian untuk menjaga situasi kondusif di Kota Serang. “Peredaran miras ini dilarang di Kota Serang. Operasi pekat ini akan terus dilaksanakan karena miras ini berdampak buruk pada kesehatan dan bisa menimbulkan aksi kriminalitas,” kata Badri.

Namun, tindakan represif belum diambil oleh aparat kepolisian untuk para pemilik puluhan botol miras tersebut. Pemilik miras itu hanya didata dan dilakukan pembinaan, serta membuat surat pernyataan tidak akan menjual miras kembali. “Nanti kalau masih membandel bisa kita proses dengan tindak pidana ringan (tipiring-red),” ungkap Badri. (mg05/nda/ira)