Waspada Ancaman Bencana Banjir

Warga Kampung Pagelaran Timur, Desa Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, menggunakan perahu untuk melintasi jalan Patia-Pagelaran yang banjir, Kamis (3/1/2019). Foto: Qodrat/Radar Banten

PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang meminta kepada warga Pandeglang yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Cilemer, Ciliman, Cilatak, dan Sungai Cimandahan agar waspadai ancaman bencana banjir. Sikap itu harus dilakukan, mengingat puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi sampai akhir Mei 2019.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pandeglang Yosep Mardini mengatakan, beberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang berpotensi diguyur hujan hingga satu pekan kedepan. “Kita terus pantau keadaan di semua wilayah di Pandeglang. Tujuannya, ketika ada bencana banjir atau longsor, kita bisa segera datang dan memberikan pertolongan,” katanya, kemarin.

Yosep menerangkan, ada 15 kecamatan yang berpotensi banjir, yakni Kecamatan Mandalawangi, Jiput, Cisata, Pulosari, Saketi, Picung, Pagelaran, Sindangresmi, Patia, Sobang, Munjul, Angsana, Panimbang, Labuan dan Kecamatan Carita. “Kita selalu sampaikan kepada warga agar selalu waspada dan berkoordinasi dengan kami apabila terjadi bencana. Dengan begitu, kami bisa segera datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Deni Kurnia mengaku telah membentuk tim untuk melakukan pengawasan potensi terjadinya bencana di semua daerah di Kabupaten Pandeglang. “Kita sudah menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan bencana di semua daerah. Mereka bertugas untuk membantu memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat apabila banjir terjadi,” katanya.

Deni meminta masyarakat agar segera menyampaikan semua kejadian bencana seperti kebakaran, banjir, dan longsor kepada petugas. “Kami mengharapkan kerja sama dari masyarakat, kalau memang ada kejadian bencana alam segera sampaikan kepada kami agar bisa segera ditangani,” katanya. (dib/zis)