Waspada Bencana Akhir Tahun

0
336 views
Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar bersama Gubernur Banten Wahidin Halim mengecek kesiapan pasukan pada apel kesiapsiagaan bencana di Mapolda Banten, Kota Serang, Rabu (11/11).

Kapolda Instruksikan Personel Siap Siaga

SERANG – Personel gabungan baik TNI Polri dan pemerintah daerah (pemda) harus sudah siap dalam menghadapi potensi bencana di akhir tahun. Jangan sampai terjadi penanganan bencana yang lamban dan tidak terkoordinasi dengan baik.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Fiandar seusai Apel Kesiapsiagaan di Mapolda Banten, Rabu (11/11). “Kita menghadapi potensi bencana di bulan November dan Desember. (Potensi-red) bisa banjir, tanah longsor, tsunami, krakatau meletus. Itu semua harus kita persiapkan,”kata Fiandar.

Fiandar menginginkan semua aparat sudah paham dengan tugas masing-masing dan bersinergi. Kecepatan penanganan bencana menjadi kunci dalam mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

“Saya, gubernur dan semua unsur terkait mengingatkan kembali apa tugas kita masing-masing? Dari BPBD kesiapannya seperti apa? Kesiapan ini perlu supaya kita tidak terkaget-kaget, karena bencana ini tidak bisa dipastikan kapan terjadi,” kata Fiandar.

Fiandar tidak ingin apel kesiapsiagaan dijadikan hanya seremonial belaka. Apel tersebut, kata dia, harus ditindaklanjuti dengan koordinasi dan jadwal piket personel. “Kita sering kejadian longsor menutupi jalan, alat beratnya ada tapi personelnya enggak ada. Untuk itu siapkan daftar piket, ini kalau tidak terpadu susah,” ucap mantan gubernur Akpol tersebut.

Fiandar mengaku belum mengetahui jumlah personel dari kepolisian yang akan disiapkan untuk menghadapi potensi bencana. Sebab pihaknya masih menghitung jumlah kebutuhan personel. “Jumlah nanti dirumuskan, kalau penjadwalan piket misalnya dari Brimob bisa satu kompi yang stand by 100 orang,” ujar Fiandar.

Ia mengatakan, dalam penangan bencana daerah leading sector adalah pemda dalam hal ini BPBD. TNI Polri, kata dia, dikoordinir oleh BPBD. “Leading sectornya dari BPBD, dari undang-undangnya ini pemda (mengkoordinir-red), ini yang harus jadi pedoman bersama,” ucap mantan Karo Ops Polda Sumatera Selatan ini.

Fiandar menuturkan dari kabupaten kota yang menjadi wilayah hukum Polda Banten, Kabupaten Pandeglang dan Lebak menjadi atensi. Sebab kedua wilayah itu dinilai rawan banjir, tanah longsor dan tsunami. “Dari pengalaman yang sudah-sudah, Lebak-Pandeglang ini (terjadi-red) longsor dan banjir,” kata Fiandar.

BERPOTENSI TSUNAMI

Di tempat yang sama, Kepala BPBD Lebak Nana Suryana mengatakan apel kesiapsiagaan adalah momentum untuk mengingatkan kembali baik kepada pemda, TNI Polri dan seluruh masyarakat untuk tanggap dan siaga bencana. “Ini momen yang bagus untuk mengingatkan kita bukan hanya pemerintah tapi seluruh masyarakat untuk tanggap dan siaga bencana,” kata Nana.

Nana mengatakan, Lebak dan Pandeglang memang jadi perhatian penanganan bencana khususnya saat akhir tahun. Dua daerah itu, menurutnya, memiliki geografis yang rawan. Namun selain longsor dan banjir, pesisir di dua daerah itu jadi perhatian karena berpotensi tsunami. Untuk antisipasi dan peringatan dini, BPBD sudah menyiapkan dua sirine peringatan tsunami termasuk satu di wilayah Serang.  

“Potensi bencana yang harus diwaspadai, banjir bandang longsor, tsunami gempa bumi tidak bisa diprediksi. Kalau terkait banjir hujan, kita ada mitigasi harus waspada dimungkinkan banjir dan di sekitar kita Lebak Selatan dan Pandeglang potensi longsor cukup besar,” kata Nana.

Ia menuturkan penanganan bencana sudah ditangani dengan baik. Hal tersebut tidak lepas dari peran semua pihak termasuk dari relawan. Dalam menghadapi potensi bencana tahun ini BPBD telah mendirikan sejumlah posko. “Kita juga sudah memetakan potensi-potensi bencana,” tutur Nana. (mg05/alt)