Waspada Bencana Kebakaran di Kabupaten Serang

SERANG – Bencana kebakaran menjadi yang paling diwaspadai Pemkab Serang tahun ini. Berdasarkan data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), selama 2018 sudah terjadi 38 peristiwa kebakaran, terhitung Januari hingga Agustus mulai dari kebakaran permukiman, industri, lahan, dan lainnya.

Jumat (17/8), kebakaran kembali melanda wilayah di Kabupaten Serang. Tepatnya di Kampung Jering, Desa/Kecamatan Kibin, dua ruko berikut rumah hangus dilalap ‘si jago merah’. Kejadian berlangsung sekira pukul 22.00 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting. Pemadaman api dilakukan oleh petugas BPBD dibantu warga setempat.

Atas kejadian itu, BPBD Kabupaten Serang menerjunkan anggota berikut dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi kejadian. Pemadaman juga dibantu damkar dari PT Nikomas Gemilang. Api berhasil dipadamkan sekira satu jam kemudian. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut.

“Satu rumah dan dua ruko milik Achmad rusak berat. Barang-barang di dalamnya juga hangus terbakar,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma melalui sambungan telepon seluler, Minggu (19/8).

Menyusul Sabtu (18/8), kebakaran juga terjadi di Desa Kaserangan dan Desa Ranjeg, Kecamatan Ciruas. Di Desa Kaserangan api membakar ilalang di lahan kosong sekira pukul 13.20 WIB. Api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Sama halnya yang terjadi di Desa Ranjeg, yakni kebakaran lahan sekira pukul 16.30 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran sampah oleh warga sekitar sehingga merambat ke alang-alang.

BPBD menerjunkan lima unit mobil damkar termasuk dua unit kendaraan milik BPBD Kota Serang untuk menangani kebakaran di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Sementara, kebakaran lahan di Desa Ranjeg dapat ditangani warga setempat.

Operator Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang Jhoni Efendi Wangga mengatakan, data kabakaran yang diperoleh BPBD Kabupaten Serang dari Januari hingga Agustus 2018 sudah 38 kasus. Kebakaran paling banyak melanda permukiman dengan 18 kasus. Lainnya, kebakaran industri lima kasus, ilalang enam kasus, dan kasus kebakaran lainnya sembilan kasus. “Setiap ada informasi kebakaran, kita selalu update melalui crisis center,” ungkapnya. (Rozak/RBG)