Waspada Gelombang Tinggi Pantai Selatan

0
183 views
Air laut di perairan Selat Sunda, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Minggu (28/7), siang, pasang. Air laut masuk ke daratan, hingga merendam tembok penahan ombak. Foto : Herman Radar Banten

PANDEGLANG – Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Yosep Mardini meminta kepada para nelayan agar mewaspadai potensi adanya gelombang tinggi yang berkisar antara 2,5 meter hingga 4 meter di perairan Selat Sunda Bagian Selatan.

Ancaman itu diprediksi bakal terjadi, akibat adanya sirkulasi udara pada musim kemarau. “Angin kencang di musim kemarau ini berpotensi gelombang tinggi. Kami harap para nelayan tetap waspada,” kata Yosep kepada Radar Banten, kemarin.

Yosep mengingatkan para nelayan agar dapat memperhatikan kecepatan angin saat melaut sebagai pemicu gelombang tinggi. Tujuannya, kata dia, agar para nelayan bisa selamat. “Dalam beberapa hari ke depan, ada ancaman bencana yang disebabkan oleh angin kencang,” katanya.

Yosep menceritakan, bulan lalu telah terjadi kecelakaan kapal nelayan asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat di perairan Pantai Borokoy, Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik. Penyebabnya, akibat angin kencang dan gelombang tinggi. “Kapalnya terdampar dan dua orang nelayan meninggal pada kapal itu. Sekali lagi saya harap para nelayan tetap waspada. Jika gelombangnya tidak mendukung diharapkan para nelayan menunda melaut,” katanya.

Camat Cikeusik Dani Ramdani berjanji akan selalu mengingatkan warga pesisir agar tetap mewaspada terhadap gelombang tinggi. “Kita akan selalu ingatkan warga khususnya nelayan yang tinggal di pesisir pantai dengan potensi gelombang tinggi,” katanya. (her/zis)