Waspada! Kasus DBD di Lebak Makin Meningkat

DBD Lebak
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Sukirman mengunjungi warga yang dirawat di Puskesmas Banjarsari, yang diduga terserang DBD, kemarin. (Foto: Yudha)

BANJARSARI – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lebak terus mengalami peningkatan. Hingga Februari 2016, tercatat satu kasus warga meninggal dan 150 warga terjangkit penyakit yang dibawa nyamuk aedes aegypti ini. Kasus terbaru, 18 warga Kecamatan Banjarsari diduga terserang DBD yang kini mendapat perawatan intensif di Puskesmas Banjarsari.

Peningkatan kasus DBD ini dibenarkan Kepala Dinkes Kabupaten Lebak Sukirman saat melakukan pembinaan di Puskesmas Banjarsari, kemarin. “Ya, ada tren peningkatan kasus DBD tahun ini. Berdasarkan laporan, hingga Februari tercatat satu orang meninggal dan 150 terjangkit DBD,” kata Sukirman kepada Harian Radar Banten, usai pembinaan kemarin.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya seperti pengasapan (fogging), pemberian abate, dan penyuluhan hidup sehat kepada warga. Selain itu, untuk mengetahui atau mendeteksi secara dini seseorang terjangkit DBD, pihaknya sudah menyediakan alat pemeriksa trombosit atau hematology analizer di Puskesmas. “Baru 12 puskesmas yang sudah tersedia alat hematology analizer, sisanya direalisasikan bertahap,” paparnya.

Sukirman juga mengimbau warga agar membiasakan dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran DBD. Terlebih, musim penghujan masih berlangsung yang diperkirakan hingga Maret mendatang. “Pencegahan yang paling terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan,” tandasnya.

Sementara, Kepala PKM Banjarsari Yayan Suryana membenarkan ada 18 warga yang dirawat di puskemasnya yang diduga terjangkit DBD. Namun, Yayan membantah adanya dua warga meninggal akibat terserang DBD. Pihaknya, sudah melakukan fogging di Desa Ciruji yang diduga menjadi endemik DBD.

“Kalau meninggal akibat DBD tidak ada, itu karena penyakit paru dan jantung. Sedangkan yang sekarang dirawat juga masih suspect belum dinyatakan DBD karena harus ada uji lab dulu,” ujarnya. (RB/duy/sr/ags)