Waspada, PNS Gadungan Kelabui Pedagang Kecil

0
410 views
Ilustrasi

SERANG – Sekira satu bulan ini, sejumlah warga di beberapa wilayah di Kota Serang menjadi korban penipuan. Pelaku disebutkan seorang wanita berseragam pegawai negeri sipil (PNS) dengan modus yang diduga hipnotis. Korban-korbannya adalah pedagang rokok dan warung nasi.

Kemarin (14/12), wanita paruh baya yang akrab disapa Mama Lulu mengakuinya. Pemilik warung nasi di Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocokjaya, itu menjadi salah satu korban. Dia merugi sekira Rp3 juta.

“Dia datang, makan di sini, juga pesan beberapa bungkus (nasi berikut lauk-red). Perempuan (pelaku-red), pakai seragam PNS. Kejadiannya dua minggu lalu,” kata Mama Lulu. Dia tidak ingat hari kejadiannya.

Entah bagaimana, Mama Lulu bisa menyerahkan beberapa barang dagangan lain dan sejumlah uang kepada pelaku. “Adalah Rp3 juta mah. Di sini, banyak yang kena (menjadi korban-red),” tukasnya. Hanya saja, Mama Lulu enggan menyebutkan identitas para korban.

Pemilik warung rokok di Kecamatan Kasemen juga memberikan keterangan serupa. Lelaki yang enggan disebut namanya itu mengaku rugi ratusan ribu rupiah. Puluhan bungkus rokok dan barang dagangan lain dibawa kabur pelaku.

Dari penuturan pemilik warung rokok ini, pelaku penipuan dengan modus hipnotis tersebut diduga dilakukan oleh orang yang sama. “Perempuan. Iya, pakai seragam PNS,” tegasnya. Lelaki tersebut menjadi korban ketika didatangi pelaku.

Wanita berseragam PNS itu seperti pembeli biasa. Pelaku tidak hanya membeli puluhan bungkus rokok, tetapi juga puluhan gelas kopi.

“Dia pesan 20-an gelas kopi dan rokok. Rokoknya puluhan bungkus, enggak ingat lagi. Rokoknya sudah dibawa sendiri (oleh pelaku-red). Dia minta (kopi-red) diantar, tapi waktu diantar, dia enggak ada. Enggak tau kemana,” terangnya.

Korban tidak curiga karena pelaku mengenakan seragam PNS. Korban percaya dengan omongan wanita yang dipastikan PNS gadungan itu bahwa semua biaya pembelian rokok dan kopi akan dilunasi ketika diantar ke salah satu rumah tak jauh dari warung rokok korban.

Tadi malam, Kanit IV Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satreskrim Polres Serang Inspektur Polisi Dua (Ipda) Juwandi menyatakan, satu bulan terakhir, pihaknya tidak menerima laporan dari korban hipnotis. “Setahu saya, belum ada. Satu bulan terakhir kan empat kali saya piket, belum pernah terima laporan,” singkatnya.

Juwandi mengimbau warga yang menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis agar segera melaporkan kasus yang dialaminya ke kantor polisi terdekat. Sehingga, pelaku bisa ditangkap. “Bisa lapor ke Polres Serang atau kantor polisi terdekat,” imbaunya. (Merwanda/Radar Banten)