Ilustrasi
JAKARTA – Musim hujan di wilayah Indonesia akan memasuki puncaknya pada Januari dan Februari tahun depan. Perkiraan curah hujan dalam tiga bulan ke depan menunjukkan puncak musim hujan khususnya di wilayah Jawa terjadi pada bulan Januari dan Februari dengan curah hujan melebihi 400 milimeter per bulan.

Kepala Pusat Informasi Meteo Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Prabowo mengatakan, pada Januari 2015 Indonesia akan memasuki musim penghujan khususnya Indonesia bagian barat. Hal ini terlihat dari kecenderungan curah hujan dari Desember ke Januari yang meningkat.

Kalau pada bulan Desember curah hujan diprediksi sekitar 300-400 milimeter. Sedangkan pada Januari curah hujannya bisa berkisar antara 400-500 milimeter dalam satu bulan. Kemudian pada bulan-bulan berikutnya seperti Februari, daerah di Indonesia masih akan mengalami curah hujan tinggi.

Tapi ada juga beberapa daerah yang akan menurun curah hujannya dalam artian masih akan ada hujan tapi curah hujannya berkurang.

“Untuk mengantisipasi tingginya curah hujan, kita perlu mewaspadai dampaknya seperti kemungkinan banjir dan adanya longsor. Sementara itu angin puting beliung akan mereda pada musim hujan karena curah hujan tinggi. Hembusan anginnya akan berkurang,” jelas Mulyono saat ditemui pada Selasa (23/12/2014) pekan lalu.

Tapi untuk daerah-daerah dengan area topografi yang curam, kondisi ini perlu diwaspadai karena kalau curah hujan tinggi maka bisa menyebabkan aliran permukaan tanah tergerus cukup deras maka dampaknya lebih lanjut maka dapat terjadi tanah longsor. Hal inilah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia diantaranya adalah di Bandung Selatan, Jawa Barat.

Topografi wilayah Bandung lebih banyak cekungan. Selain itu potensi hujan di sebelah utara dan selatan Bandung bisa menyebabkan terjadinya genangan. Beberapa wilayah yang mempunyai kemiringan lereng yang cukup tinggi memiliki potensi tanah longsor.

Wilayah lain di Indonesia, lanjutnya, yang memiliki potensi terjadinya tanah longsor karena topografinya menyerupai Bandung selatan adalah Sumatra bagian barat, Jawa bagian barat dan Jawa Tengah bagian selatan. Kalau di daerah ini curah hujannya tinggi maka akumulasi curah hujannya dapat menyebabkan tanah longsor.

Kondisi curah hujan bisa bervariasi karena tidak semua tempat mengalami musim hujan atau memasuki periode musim hujan dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu puncak hujannya juga berbeda.

Ada daerah yang pada Januari sudah mengalami puncak musim hujan tapi ada juga yang mengalami puncak musim hujan pada bulan Februari. Bahkan ada di beberapa tempat yang secara spesifik baru akan memasuki musim hujan pada bulan Maret.

Sementara itu, Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan kondisi suhu permukaan laut (SST) di Samudra Pasifik sejak Oktober 2014 hingga pertengahan Desember 2014 mulai menghangat. Hal itu mengindikasikan adanya potensi pengurangan suplai uap air dari Indonesia ke Samudra Pasifik dan melemahnya kondisi El Nino yang diprediksi akan bertahan hingga pertengahan 2015.

Selain itu kondisi suhu permukaan laut di Samudra Hindia sebelah barat Indonesia relatif sama dengan normalnya hingga awal tahun 2015. Dengan demikian, aliran pergerakan uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia akan sama seperti kondisi normal dan potensi penambahan uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia tidak akan berbeda dengan signifikan.

Andi menjelaskan proses monitoring terhadap kondisi suhu permukaan laut (SST) di perairan Indonesia menunjukkan hingga bulan Maret 2015 kondisi SST Indonesia akan berada pada kisaran normal sampai hangat. Hal ini menunjukkan terdapat cukup banyak pasokan uap air yang membawa peluang curah hujan di wilayah Indonesia.

“Berdasarkan normal curah hujan di wilayah Indonesia periode 1981-2010 terlihat puncak curah hujan sebagian besar terjadi pada Januari 2015. Daerah yang terkena curah hujan tinggi pada Januari 2015 meliputi Sawah Lunto, Solok, Tembilahan, Rengat, Sumatera Selatan bag. barat, sebagian besar Lampung, Bangka, sebagian besar Jawa, Bali dan masih ada daerah lainnya,” terangnya kepada Media Indonesia.

Daerah lain yang juha mengalami curah hujan tinggi di awal tahun adalah sebagian besar Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat bagian utara, Kuala Kapuas, Banjarmasin, Kalimantan Selatan bagian timur, Pulau Laut, Barru, Pangkajene, Makasar, Sulawesi Tengah bagian barat, Gorontalo, Kendari, Pulau Buton, Pulaau Seram bagian utara, Kepulauan Aru dan Merauke. (sumber: metrotvnews.com)