Waspada, Teror Pelemparan Batu di Tol Tangerang-Merak

SERANG – Teror pelemparan batu terjadi di ruas Tol Tangerang-Merak, Rabu (27/6) malam. Indrajaya (20), menjadi korban. Kendaraan milik warga Kelurahan Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang itu dilempari batu saat melintas di KM 49,50 Tangerang-Merak.

Insiden pelemparan batu itu terjadi sekira pukul 23.30 WIB. Sebelumnya, mobil Honda Freed nopol D 1085 SIS yang dikemudikan korban melaju dari arah Jakarta menuju Merak. Kendaraan melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam. “Saya sama keluarga dari Bogor mau pulang ke Serang. Mobil jalan dengan kecepatan normal, 80 sampai 100 kilometer per jam,” kata Indrajaya dihubungi Radar Banten, Kamis (28/6).

Tiba-tiba bongkahan batu menyasar kaca depan mobil. Batu sebesar buah kelapa itu melesak masuk ke dalam mobil setelah memecahkan kaca mobil. Diduga batu itu dilempar dari atas jembatan overpass di daerah Cikande, Kabupaten Serang. “Batu kena kaca depan. Jatuh pas di tengah antara saya dan adik saya. Sempat panik, tapi karena khawatir ada begal atau rampok, saya enggak langsung minggir (berhenti-red),” tutur Indrajaya.

Serpihan kaca mengakibatkan lengan Indrajaya beserta Rafi, adik kandungnya yang duduk di jok depan mengalami luka gores. Tapi, Indrajaya memutuskan tetap mengemudikan kendaraannya. Kendaraan baru menepi setelah satu kilometer dari lokasi kejadian. “Bapak saya yang ada (duduk-red) di belakang dan adik saya kena pecahan kaca dengkulnya. Ibu saya enggak apa-apa,” kata Indrajaya.

Perjalanan dilanjutkan setelah Candra, ayah kandung korban, mengambil peran korban sebagai pengemudi. “Saya langsung keluar di KM 71 pintu Tol Serang Timur, langsung ke Sari Asih (RS Sari Asih-red),” kata Indrajaya.

Lantaran luka yang diderita Indrajaya dan Rafi tidak cukup serius, petugas medis mengizinkan keduanya menjalani rawat jalan. “Rawat jalan saja,” ucap Indrajaya.

Selain Indrajaya, peristiwa serupa juga dialami pengemudi lain di lokasi yang sama. Dua korban teror pelemparan batu itu sempat dilarikan ke RS Sari Asih. “Enggak lama ada petugas MMS (Marga Mandalasakti-red), bawa korban lagi. Kondisinya lengan patah. Ada lagi, bawa sopir truk, kepalanya bocor. Lokasi di KM yang sama (KM 49,50-red),” tutur Indrajaya.

Kepala Divisi Hukum dan Humas PT MMS Indah Permanasari mengakui menerima laporan aksi pelemparan batu terhadap para pengguna jasa layanan tol. Rabu (27/6) malam, selain kendaraan korban, ada enam kendaraan lain dilaporkan menjadi korban pelemparan batu. “Terdapat enam kendaraan yang menepi di TKP menjadi korban pelemparan batu dan dilakukan penderekan ke lokasi terjangkau,” kata Indah.

Saat bersamaan, petugas patroli PT MMS dan PJR Serang, sempat melihat dua kendaraan roda dua di atas jembatan overpass di lokasi. Tapi, langsung tancap gas, saat didekati petugas. “Kasus sudah dikoordinasikan dengan Polda Banten untuk dilakukan investigasi dan pengamanan lebih lanjut,” ucap Indah.

Terpisah, Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan mengaku telah menempatkan petugas patroli di lokasi pelemparan batu. “Ini pertama kali terjadi di Serang. Kami masih selidiki pelakunya,” kata Indra.

Indra mengaku polisi baru memintai keterangan satu orang korban. Sedangkan, enam orang lagi yang menjadi korban secara resmi polisi belum menerima. “Betul, saya dengar ada korban lain. Saya sempat cek juga ke rumah sakit, memang ada catatan sempat dirawat. Tapi, baru satu yang sudah dimintai keterangan. Kemungkinan korban lain, bukan dari Serang, jadi langsung melanjutkan perjalanan,” beber Indra.

Indra menduga teror pelemparan batu itu bukan modus baru melakukan kejahatan. Sebab, usai melempar batu, para pelaku tidak langsung menghampiri korban. “Saya duga ini ulah iseng. Karena, kalau ada kejahatan (begal-red), pelemparan batu itu tidak dilanjutkan rangkaian lainnya,” kata Indra. (Merwanda/RBG)