Waspadai 5 Titik Kemacetan Jalur Mudik di Banten

Pasar tumpah di Ciruas, Kabupaten Serang, yang menempati bahu jalan menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalur mudik Lebaran, Senin (20/5).

SERANG – Pasar tumpah masih menjadi salah satu titik kemacetan jalur mudik Lebaran 2019. Di Banten, setidaknya ada lima titik kemacetan yang dipicu pasar tumpah di jalur menuju Pelabuhan Merak yang menjadi atensi Polda Banten.

Kelimanya adalah Pasar Cikupa, Pasar Gembong, Pasar Tambak, Pasar Ciruas, dan Pasar Kalodran. Untuk mengurai kemacetan di jalur tersebut polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Wibowo mengatakan, pasar tumpah mempersempit jalan sehingga laju kendaraan tersendat. “Akan ada penyempitan jalan khususnya jalan nasional, banyak kendaraan besar yang melintas di lokasi pasar tumpah. Ini menjadi faktor kemacetan. Pasti ada rekayasa lalu lintas,” ujar Wibowo seusai rapat koordinasi pengamanan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah di Aula Serbaguna Polda Banten, Senin (20/5).

Sementara di jalur arteri yang menjadi titik macet akan dipasang barikade atau pembatas jalan, pengaturan lalu lintas, dan pengamanan jalur. “Kami akan melibatkan aparatur desa dan tokoh masyarakat agar di jalur nasional tidak digunakan aktivitas yang dapat menghambat lalu lintas,” kata Wibowo.

Dia menuturkan, potensi kemacetan di jalur Pelabuhan Merak antara lain di Hotel Sony, fly over, lokasi keluar masuk kendaraan di Terminal Terpadu Merak (TTM) dan gerbang masuk dermaga enam Pelabuhan Merak. “Potensi titik macet banyak sekali, tidak sebanding dengan lebar jalan. Satu kendaraan berhenti akan berdampak pada kendaraan di belakang, ini yang akan saya barikade,” tutur Wibowo.

Dijelaskan Wibowo, selain di jalur tersebut titik macet juga terjadi di jalan tol. Ada bebarapa rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan apabila volume kendaraan meningkat tajam dan menimbulkan kemacetan.  “Kami akan lakukan pengalihan arus kendaraan. Hal ini akan kami lakukan apabila terjadi kemacetan di gerbang tol sampai ekornya di KM 95,” ungkapnya.

Rencananya, jika terjadi kemacetan kendaraan akan dialihkan ke Cilegon Timur. “Kenapa tidak di Cilegon Barat? Karena jarak antara Cilegon Barat dengan Pelabuhan Merak terlalu pendek,” kata Wibowo.

Polisi juga memiliki dua opsi lain bila penumpukan kendaraan semakin padat, yakni contra flow dan one way.  “Di Merak ada 10 gerbang tol, saya pakai sebagian besar untuk mengarah ke Pelabuhan Merak. Mungkin tiga, dua atau satu gerbang yang kita gunakan masuk ke Jakarta,” jelasnya.

Penerapan one way diterapkan apabila volume kendaraan sudah hampir tidak terkendali. Semua gerbang tol Merak menuju Jakarta ditutup dan digunakan semuanya untuk jalur khusus menuju Pelabuhan Merak. “One way akan diberlakukan apabila terjadi kepadatan cukup panjang sampai dengan KM 94, sudah melewati gerbang Tol Cilegon Barat. Itu biasanya pada hari puncak arus mudik,” tutur Wibowo.

KERAHKAN RAICET

Jika kemacetan saat arus mudik tak terhindarkan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten siap mengerahkan 35 personel pengurai kemacetan atau raicet yang akan disiagakan di jalur menuju Pelabuhan Merak. Mereka mulai difungsikan sejak H-7 sebelum Lebaran.

“Kita ada 35 personel raicet yang kita siapkan untuk mengurai kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Merak. Mereka mulai bertugas sejak H minus 7,” ujar Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Raicet Ditlantas Polda Banten Komisaris Polisi (Kompol) Kamarul Wahyudi saat ditemui Radar Banten di halaman Mapolda Banten, Senin (20/5).

Puluhan personel yang tergabung dalam raicet merupakan anggota pilihan dan mempunyai kemampuan dalam mengendarai motor. “Karena memang mereka ini kami siapkan untuk mengurai kemacetan. Mereka mempunyai keterampilan mengemudi motor lanjutan artinya kemampuan zigzag, kemampuan cross dan yang lainnya,” kata Kamarul.

Mereka akan disebar di sejumlah titik yang menjadi lokasi kemacetan di Kota Cilegon. Mereka berkerja penuh sampai kondisi lalu lintas berjalan normal dan lancar.  Nantinya, puluhan personel itu akan dibagi ke dalam tiga tim. “Kami bagi tim menjadi tiga, tiga tim turun kalau situasi puncak arus mudik, kalau belum puncak arus mudik kami turunkan dua tim, satu tim lagi istirahat. Kami stand by di Pelabuhan Merak, tidak ada yang pulang sampai malam lebaran,” kata Kamarul.

Tahun ini, diprediksi arus mudik di Pelabuhan Merak akan meningkat. Penyebabnya naiknya harga tiket pesawat yang membuat pemudik menempuh jalur darat. “Sesuai prediksi liburan cukup panjang, mudah-mudahan nanti dapat terurai artinya tidak terfokus pada satu waktu. Kami memprediksi puncak arus mudik pada H-5 dan H-4,” ucap Kamarul. (mg05/air/alt/del/ags)