Waspadai Banjir Ciwandan, Pemerintah Ajak Warga Bersihkan Got

0
573 views
Pemerintah Kecamatan Ciwandan bersama masyarakat dan industri melakukan normalisasi kali di Kelurahan Kubangsari, beberapa waktu lalu.

CILEGON – Kecamatan Ciwandan menjadi salah satu dari empat kecamatan yang rawan diterjang bencana banjir selama musim hujan. Diketahui, ada lima kecamatan yang dinyatakan rawan banjir, di antaranya Kecamatan Pulomerak, Jombang, Cibeber, Grogol, dan Ciwandan

Namun dari riwayat banjir di Cilegon, Kecamatan Ciwandan merupakan yang paling sering dan kerap terjadi di awal tahun. Pada 2018 hingga 2019, banjir tak absen menerjang sejumlah kelurahan yang berada di kecamatan yang berbatasan dengan Kecamatan Anyar dan Mancak, Kabupaten Serang tersebut.

Berdasarkan catatan, sejak 2018, sejumlah kelurahan di Kecamatan Ciwandan yang kerap diterjang banjir yaitu Kelurahan Kubangsari, Kepuh, Randakari, dan Tegal Ratu. Kelurahan yang paling besar terdampak adalah kelurahan Kubangsari dan Tegal Ratu.

Ketinggian banjir yang terjadi bervariasi, dari 30 sentimeter hingga 1 meter. Tak hanya permukiman masyarakat, banjir pun kerap menerjang jalan raya Anyar-Cilegon. Akibatnya, akses jalan menuju lokasi wisata pantai tersebut terputus akibat tingginya banjir.

Dengan fakta tersebut, Pemerintah Kecamatan Ciwandan telah meminta kepada seluruh pihak, baik elemen masyarakat maupun industri untuk siaga hadapi bencana banjir. “Namanya musibah kan tidak terprediksi, makanya kita tetap meminta kepada masyarakat untuk waspada,” ujar Camat Ciwandan Agus Ariyadi kepada Radar Banten, Jumat (3/1).

Guna mengantisipasi banjir terjadi di tahun ini, Agus mengaku telah menggelar pembahasan bersama perwakilan masyarakat dan industri. Hasilnya pada Desember lalu, kali yang mengalir melintasi lingkungan rawan banjir dinormalisasi. “Industri menurukan beko untuk mengeruk tanah dan sampah yang ada di kali,” ujarnya.

Sementara ini setelah diperbaiki, kata Agus, hujan deras yang mengguyur Ciwandan beberapa hari terakhir, belum sampai terjadi banjir. “Kemarin di Merak dan Grogol banjir, kita alhmadulillah tidak,” ujar Agus.

Kata Agus, ia pun telah meminta kepada seluruh kelurahan untuk melakukan pembersihan saluran air secara rutin melalui program Jumat bersih. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh saluran air dan kali dalam keadaan siap menampung guyuran air hujan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon Ridwan pun mengaku telah melakukan normalisasi kali dan saluran air di daerah-daerah rawan banjir di Kota Cilegon.

Menurutnya, program itu sudah dilakukan sejak 2019 lalu, sebelum musim penghujan datang. “Kita ada beberapa kegiatan seperti normalisasi drainase, sungai, pembangunan tandon, itu untuk mengatisipasi  banjir, kegiatannya sudah dilaksanakan,” ujarnya.

Kendati sudah dilaksanakan di tahun 2019, pihaknya mengaku tetap bersiaga dengan melakukan pemeliharan saluran drainase. Menurutnya, saat ada instansi meminta Dinas PUTR untuk melakukan normalisasi drainase maupun kali, pihaknya siap menurunkan alat berat. “Saat ini, sebanyak tiga beko dan satu doser disiapkan untuk menyikapi potensi banjir,” tegasnya.

Kata Ridwan, selain pemerintah, masyarakat pun diharapkan berpartisipasi dalam mengantisipasi ancaman banjir. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke kali maupun drainase. Menurutnya upaya normalisasi yang dilakukan pemerintah menjadi percuma jika pasca normalisasi masyarakat kembali membuang sampah di salurah air. (bam/ibm/ags)