Waspadai Camilan Jamur Mengandung Narkoba

CILEGON – Masyarakat Kota Cilegon diminta berhati-hati dan lebih waspada saat membeli camilan. Akhir-akhir ini beredar makanan ringan yang berbahaya lantaran diduga mengandung narkoba.

Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon dr Sri Ekowati menjelaskan, camilan dengan merek Snack Good termasuk makanan ringan yang berbahaya. “Makanan ini mengandung jamur yang memiliki kandungan psilosibin,” jelasnya kepada wartawan di kantornya, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, kemarin.

Menurutnya, psilosibin termasuk dalam narkotika golongan I. Bila dikonsumsi secara kontinu, akan menyebabkan halusinasi. “Psilosibin ini dan psilosin berasal dari sejenis cendawan bernama psilchebe mexicana yang ditanam di Meksiko,” terangnya.

Sri mengatakan, jamur tersebut digunakan oleh orang Indian Amerika yang menjadi ahli native American church. “Psilosibin juga dikeluarkan secara sintetik dan terdapat dalam bentuk serbuk putih atau sebagai larutan jernih,” katanya.

Selain itu, kata dia, yang termasuk dalam kelompok ini di antaranya jamur kotoran sapi, ganja, dan kecubung. “Jenis ini termasuk jenis halusinogenik, yang sering digunakan dalam kelompok ini adalah zat yang diperoleh dari pohon ganja dan dari jenis jamur yang banyak tumbuh di Bali. Biasanya dikenal sebagai wong tai sapi atau jamur tahi sapi,” tuturnya.

Bila kripik mengandung narkoba dikonsumsi, akan berpengaruh pada otak manusia, yaitu dapat merangsang beberapa zat aktif saraf. Terutama sejumlah jenis serotonin dan dopamin sehingga bisa mengubah persepsi pancaindera yang dikenal sebagai halusinasi. “Ada orang-orang tertentu yang merasa ini sebagai suatu sensasi yang bisa menarik tanpa mengetahui bahwa mempunyai efek samping dan dampak yang tidak baik untuk kesehatan karena sangat mengkhawatirkan,” kata Sri.

Dengan adanya temuan itu, kata Sri, masyarakat Cilegon diharapkan lebih berhati-hati dan waspada dalam membeli makanan ringan terutama makanan ringan kripik bermerek Snack Good. “Saat ini kripik Snack Good ini baru dijual secara online. Saya berharap jangan mudah tertarik dengan jenis makanan apa pun jika asalnya tidak jelas,” harap Sri.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Cilegon Candratika menyatakan, jenis kripik jamur yang mengandung narkoba tersebut untuk saat ini masih belum ditemukan di Kota Cilegon. Namun, pihaknya akan terus memantau agar tidak sampai beredar luas di pasar Cilegon. “Sampai saat ini kripik tersebut belum ditemukan di Cilegon,” terangnya.

Candra meminta seluruh masyarakat Cilegon untuk lebih waspada ketika akan membeli jajanan ringan. Baik secara online maupun offline. “Terutama ketika keluar Cilegon. Harus benar-benar waspada!” sarannya. (Umam/RBG)