Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

0
512 views
Ilustrasi

PANDEGLANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Serang memperkirakan cuaca ekstrem masih terus melanda wilayah Pandeglang. Bahkan, ketinggian gelombang di Selat Sunda bagian utara bisa mencapai empat meter. Oleh karena itu, warga dan nelayan yang biasa melaut diimbau untuk selalu waspada.

Koordinator Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Banten Hairoe Amir Abyan mengatakan, ketinggian gelombang di Selat Sunda bagian selatan lebih ekstrem dibandingkan bagian utara. Oleh karena itu, nelayan dan wisatwan di Pandeglang diminta agar selalu waspada. “Nelayan dan masyarakat yang berlibur ke wilayah pesisir diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter di Selat Sunda bagian utara, dan 2,5 sampai empat meter di perairan selatan Banten (perairan Pandeglang-red),” katanya, kemarin.

Hairoe menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat (3/2) sampai Sabtu (4/2) untuk wilayah Pandeglang, yaitu hujan lebat disertai kilat dan angin kencang dari pagi sampai malam. “Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin,” katanya.

Menurut Hairoe, cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah di Banten sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan laut seperti terbawa ombak dan kapal karam karena diterjang ombak. “Biasanya yang ditakutkan adalah wisatawan terbawa arus, nelayan kapalnya terhantam ombak dan tenggelam. Makanya, kami minta agar berhati-hati dan tidak memaksakan diri untuk berenang. Bagi nelayan, tolong diperhitungkan lagi untuk keselamatannya. Kalau cuacanya tidak mendukung, lebih baik jangan melaut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Dadi Supriadi mengatakan, hingga akhir Februari wilayah Kabupaten Pandeglang bakal terus diguyur hujan. Berdasarkan prakiraan cuaca yang diperoleh, intensitas hujan disertai petir di wilayah Kabupaten Pandeglang masih cukup tinggi. “Sekarang ini memasuki periode terakhir puncak musim hujan makanya warga harus selalu waspada. Kami (BPBD-red) juga terus melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk mengatasi semua kemungkinan yang bisa ditimbulkan dari cuaca ekstrem ini,” katanya. (Adib F/Radar Banten)