Waspadai Kampanye Terselubung pada Masa Tenang

0
417 views
Pramono U Tantowi

SERANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Banten melarang seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten melakukan kegiatan kampanye pada masa tenang, baik secara terbuka maupun secara tertutup.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten Pramono U Tantowi mengatakan,  hari terakhir kampanye Pligub Banten 2017 pada Sabtu (11/2). Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pedoman Kampanye Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, masa tenang berlangsung mulai 12, 13, dan 14 Februari 2017.

“Masa tenang tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur itu adalah hari di mana pemilih memiliki waktu untuk berpikir dan menimbang agar matang dalam menentukan pilihannya di hari pemungutan suara,” ujar Pramono.

Di sisi lain, menurut Pramono, baik pasangan calon, parpol pendukung, maupun relawan, telah diberikan waktu kampanye yang sangat leluasa dan panjang, sehingga dianggap sudah cukup maksimal untuk memperkenalkan pasangan calon berikut visi misi dan program yang diusungnya.

Menurut Pramono tidak relevan lagi ada kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa yang dilakukan oleh paslon, parpol, dan tim relawan, dengan dalih apapun di masa tenang.

Masih menurut Pramono, jika ditemui paslon maupun timses atau partai politik pengusung melakukan kegiatan kampanye pada masa tersebut,  pihaknya akan menghadiahi sanksi sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

Ia pun sudah mewaspadai kegiatan tertentu yang dianggap sebagai kampanye di masa tenang. “Kami mengendus akan adanya pengumpulan massa oleh paslon atau tim pemenangan dengan modus rapat koordinasi, pembekalan saksi, temu kader, atau forum-forum pengajian, istigasah, atau majelis taklim yang di dalamnya mengandung kegiatan mirip kampanye. Kita tegaskan yang demikian dilarang,”  katanya.

Pramono menjelaskan,  Bawaslu Banten menengarai, kegiatan yang melibatkan massa yang dilakukan paslon, parpol, atau pun tim relawan pada masa tenang, berpotensi mendorong terjadinya politik uang. “Itu pelanggarannya jadi berlapis,” tegasnya.

Pramono meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas selama masa tenang, dan telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengawasan melekat terhadap situasi di sekitar para pengawas.

Pramono mengimbau kepada aparat keamanan di seluruh wilayah Provinsi Banten untuk tidak memberikan izin keramaian kepada pihak manapun yang mengajukan permohonan untuk melakukan pengumpulan massa. Karena kegiatan seperti itu diduga menjadi modus untuk melakukan kampanye secara terselubung.

Pramono berharap, ketentuan di atas menjadi rambu yang harus ditaati oleh semua pihak agar pelaksanaan tahapan pilgub berlangsung baik, tidak terciderai pada masa tenang. (Bayu)