Waspadai Penipuan Tawaran Kerja

0
1.049 views
Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana (kiri) didampingi oleh Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Maryadi (dua kanan) menjelaskan aksi penipuan yang dilakukan oleh HK, Selasa (4/8).

Dua Tahun, Raup Ratusan Juta

CILEGON – Praktik penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan di sejumlah industri besar di Kota Cilegon terbongkar. Aksi itu sudah terjadi selama sekira dua tahun.

Yang telah terungkap, korban mencapai puluhan orang. Dari setiap korban pelaku mampu meraup uang jutaan rupiah.

HK, warga Lingkungan Tegal Cabe, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon yang menjadi pelaku penipuan itu pun telah diamankan oleh Satreskrim Polres Cilegon pada Juli lalu di kediamannya.

Penangkapan HK berawal dari laporan salah satu korban yang mengaku telah dimintai uang sebesar Rp4,4 juta oleh pelaku dengan iming-iming bisa mendapatkan pekerjaan di PT Krakatau Posco (KP) pada 22 Juni lalu.

Namun setelah uang itu diserahkan, korban hanya menerima kartu identitas PT KP, dokumen ikatan kerja, dan atribut pekerjaan seperti sepatu dan helm. Sedangkan pekerjaan yang dijanjikan tidak ada.

Merasa dirugikan, korban melaporkan hal tersebut ke Polres Cilegon. Dari laporan itu, anggota Polres Cilegon yang dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Maryadi menggali keterangan lebih dalam dan melakukan pencarian keberadaan pelaku.

Dari keterangan yang dihimpun, pelapor rupanya bukan satu-satunya korban. Menggunakan modus menjanjikan pekerjaan di industri besar, sudah puluhan orang yang telah menjadi korban. Untuk sementara, korban penipuan yang telah diketahui sebanyak 21 orang.

Dari proses penggalian keterangan itu juga diketahui jika HK pun sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) dengan perkara yang sama, yaitu penipuan perekrutan karyawan di PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) dan kasus penggelapan roda empat.

“Pelaku diamankan di kediamannya,” ujar Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana di Polres Cilegon, Selasa (4/8).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memanfaatkan situasi banyaknya masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Setelah mendapatkan target korban, pelaku menunjukan kartu identitas karyawan perusahaan vendor yang bekerja sama dengan PT Krakatau Posco atau perusahaan-perusahaan lain. Pelaku pun menunjukan dokumen pekerjaan kepada korban.

Setelah korban tergiur,  pelaku meminta uang sebesar Rp3.500.000 sampai dengan Rp4.000.000. Kemudian, korban pun mendapatkan id card, dokumen perjanjian kerja, serta atribut pekerjaan seperti helm, sepatu, dan masker. “Tapi pekerjaan yang dijanjikannya itu tidak ada,” ujar Yudhis.

Untuk sementara ini, pelaku diketahui menjalankan aksi itu seorang diri. Untuk memproduksi sejumlah atribut seperti id card dan dokumen perjanjian kerja, pelaku mempunyai alat cetak dan pemotong id card, serta perangkat komputer.

Dengan terbongkarnya kasus itu, polisi mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap aksi penipuan dengan modus memberikan pekerjaan karena aksi pelaku cukup meyakinkan.

Sebagai daerah industri, Kota Cilegon menjadi target masyarakat baik dari dalam maupun luar Kota Cilegon untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Dan mereka lah yang menjadi sasaran empuk pelaku penipuan.

“Pelaku melanggar pasal 378 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama empat tahun,” kata Yudhis.

Pada kesempatan yang sama, HK, pelaku penipuan mengaku memanfaatkan situasi banyaknya masyarakat yang mencari pekerjaan demi mendapatkan uang.

Awalnya, ia mengaku melakukan aksi itu bersama satu rekannya. Namun rekannya tersebut sudah lebih dahulu diciduk oleh aparat kepolisian. “Buat kebutuhan sehari-hari saja uangnya,” ujar HK.

Menurutnya, yang menjadi korban tidak hanya warga Cilegon, tapi juga luar Kota Cilegon. Ia mengaku sendiri mencari target korban. “Ada juga yang datang ke saya nanya kerjaan,” katanya. (bam/air)