Waspadai Peredaran Upal Jelang Lebaran

0
388 views
ilustrasi (foto: istimewa)

RANGKASBITUNG – Meningkatnya jual beli atau perputaran uang di pasar maupun tempat lain selama bulan Ramadan 1441 H Kepolisian Resort (Polres) Lebak, mengimbau seluruh masyarakat di kota seribu madrasah sebutan lain Kabupaten Lebak, untuk mewaspadai peredaran uang palsu (Upal) ketika melakukan transaksi. “Peredaran uang selama Ramadan ini meningkat, untuk itu masyarakat diminta waspada dengan peredaran uang palsu yang disinyalir akan diedarkan oknum tidak bertanggungjawab selama ramadan ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lebak Iptu David Hadi Kusuma, di temui di sela- sela membagikan Takjil bersama Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak di Alun-alun Rangkasbitung, kemarin.

Untuk itu, pihak Polres Lebak mengharapkan seluruh masyarakat berhati – hati dalam melakukan transaksi penerimaan maupun pembelanjaan uang. Polres Lebak juga mengimbau, bagi warga yang menemukan atau menerima uang palsu untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian. “Kita pastinya akan terus melakukan pemantauan dan kepada masyarakat yang menemukan adanya uang palsu untuk segera melaporkan kepada petugas kita,” ungkapnya.

Menurutnya, transaksi menggunakan uang dipastikan terjadi peningkatan seiring dengan meningkatnya kebutuhan warga dan terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan maupun jelang Lebaran Idul Fitri nanti. “Untuk para pedagang diharapkan waspada ketika menerima uang kertas nominal terutama pada malam hari. Sebab, bisa saja bila tidak hati – hati uang yang diterima palsu,” tandasnya.

Dia mengatakan, untuk mengantisipasi beredarnya uang palsu diwilayah hukum Polres Lebak, pihaknya telah membentuk tim khusus yang akan melakukan penindakan serta pengarahan kepada masyarakat agar terlindungi. Ditambahkan Kapolsek Rangkasbitung AKP Ugum Taryana nantinya Babinkamtibmas yang disebar di lapangan ditugaskan untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat terutama pedagang dan kios kecil mengawasi pembelian produk menggunakan uang palsu.

“Anggota Babinkamtibmas memberikan pengarah kepada pedagang ciri-ciri uang palsu seperti apa dan bagaimana mengenalinya. Kalau ada yang membeli minuman dengan uang bernilai besar patut dicurigai, periksa dulu uangnya asli atau bukan,” kata mantan Kanit Regiden Polres Lebak ini.

Menurutnya, bulan Ramadhan dan jelang Lebaran biasanya peredaran uang palsu kerap terjadi. Untuk itu perlu dilakukan upaya antisipasi mencegah peredarannya. Terlebih, tingkat kemiripan uang palsu dengan yang asli nyaris sempurna sehingga ditutunt kewaspadaan tinggi. ”Saya harap warga selalu teliti dan waspada ketika melakukan transaksi jual beli. Karena biasanya, peredaran uang palsu sering menyasar pedagang di Pasar tradisional, kios kelontong atau penjual bahan bakar eceran,” katanya.(nce/ibm)