WH Akan Rekrut Honorer untuk RSUD Banten

RSUD Banten

SERANG – Kekurangan tenaga perawat di RSUD Banten mendapat respons dari Gubernur Banten Wahidin Halim. Ia mengakui  bahwa jumlah perawat di RSUD Banten masih sangat kurang. Untuk menutupi kekurangan, Pemprov akan merekrut perawat honorer.

“Perawat tidak mau ke Banten. Heran juga. Dokter spesialis juga,” ujar Gubernur yang akrab disapa WH ini seusai rapat pimpinan di aula kantor Bappeda Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (1/7).

Untuk itu, tambah WH, pihaknya akan merekrut perawat honorer dan sebagainya. Bahkan, hampir setiap tahun. Ia berharap hal itu dapat menyelesaikan problem kekurangan perawat di RSUD Banten.

Terkait ruang rawat inap yang juga masih kurang, orang nomor satu di Pemprov Banten ini mengakuinya. “Kami lihat juga dari kebutuhan. Ada ruang baru yang belum diresmikan. Pakai saja,” ujar WH.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin mengatakan, perekrutan perawat honorer diserahkan ke RSUD Banten karena sudah lembaga Badan Layanan Umum Daerah. “Kalau ASN (aparatur sipil negara-red), kami sudah usulkan ke pemerintah pusat. Tinggal menunggu kuotanya,” terang Komarudin.

Terpisah, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten dr HA Drajat mengatakan, berdasarkan Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 tentang Perizinan dan Klasifikasi Rumah Sakit maka RSUD Banten membutuhkan penambahan perawat sebanyak 100 orang. “Untuk rumah sakit kelas B, jumlah perawatnya harus sesuai dengan jumlah tempat tidur atau 1:1. Karena gedung rawat inap baru ada 100 tempat tidur, kami butuh 100 perawat baru,” ungkapnya.

Perawat yang dibutuhkan, lanjut Drajat, kualifikasinya terdiri dari D-3 Keperawatan, S-1 Keperawatan, dan profesi NERS. “Memang selain butuh penambahan perawat, dibutuhkan juga tenaga lain yang masih diinventarisasi kebutuhannya,” paparnya.

Saat ini, tambah Drajat, pihaknya sedang proses penghitungan bukan saja menghitung jumlah tenaga medis atau perawat yang dibutuhkan, tetapi juga menghitung jumlah honor untuk perawat baru. “Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, kan RSUD Banten Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinkes,” urainya.

Masih dikatakan Drajat, rekrutmen perawat baru dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Gubernur, sebab kuotanya harus ditetapkan oleh Gubernur. “Pergubnya sudah ada sejak dua bulan lalu yaitu Pergub tentang tata cara seleksi dan jumlah/kuota yang akan direkrut,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinkes Banten M Yusuf membenarkan bila RSUD Banten membutuhkan tambahan perawat baru. Hal itu  menyusul rencana difungsikannya gedung rawat inap baru di RSUD Banten. “Insya Allah tahun ini gedung baru mulai difungsikan, makanya sekarang masih proses penghitungan kebutuhan perawat dan tenaga medis tambahan,” katanya.

Yusuf melanjutkan, dalam dua tahun terakhir Pemprov Banten terus melengkapi sarana dan prasarana di RSUD Banten yang sudah mendapatkan akreditasi paripurna. “Kita terus menerus meminta pelayanan ditingkatkan, agar kepuasan pasien juga meningkat,” ungkapnya. (nna/den/alt/ags)