WH-Andika Rangkul Rano, Rekonsiliasi Bangun Banten

KONFERENSI PERS: Sekretaris tim pemenangan WH-Andika, Media Warman (pegang mik) didampingi kuasa hukum WH-Andika, Ramdan Alamsyah (ketiga dari kanan) memberikan keterangan pers kepada wartawan di posko pemenangan WH-Andika, Pinang, Minggu (19/2). Mereka menepis dugaan kecurangan pelaksanaan pilgub di Kota Tangerang.

SERANG – Hasil perolehan suara sementara berdasarkan data yang masuk ke KPU menempatkan pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy unggul atas pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief. WH-Andika mengantongi 50,93 persen suara sedangkan Rano- Embay 49,07 persen.

Menanggapi perolehan suara sementara itu Andika mengatakan bahwa proses selanjutnya yang harus ditunggu adalah hitung manual berjenjang hingga pleno KPU Provinsi Banten.

“Kami (Wahidin-Andika) fiks telah unggul, tetapi proses dan tahapan (penghitungan manual KPU) harus dihargai. Kami kira hitung cepat melalui scan formulir C1 sangat membantu masyarakat memenuhi rasa ingin tahunya. Sistem saat ini sungguh sangat baik dan patut diapresiasi. Alhamdulillah dalam proses hitung tersebut kami unggul, hal tersebut sejalan dengan pleno di tingkat kecamatan,” kata Andika saat dikonfirmasi melalui WhatsApp messenger, Minggu (19/2) petang.

Andika menambahkan, hasil hitung KPU melalui data C1 memang ada beberapa perbedaan data tapi semua data itu sesuai laporan saksi WH-Andika di kecamatan semua terklarifikasi. “Tapi kami telah sampaikan kepada semua tim bahwa proses ini adalah nilai lebih dari teknologi. Saya kira sebagai pemenang, kami tidak boleh terlalu lama bereuforia. Gesekan dalam adu program sudah harus diganti dengan diskusi mendalam tentang mimpi kita bersama,” ungkapnya.

Terkait pasangan Rano-Embay sebagai pesaingnya dalam Pilgub Banten, Andika menuturkan bahwa Rano dan Embay merupakan sosok yang penuh gagasan. “Kami akan jadikan mereka guru tempat menimba pengalaman. Pak Rano dan Pak Embay itu senior, kami akan jadikan mereka tempat bertanya. Pengalaman mereka cukup berarti, kami harus menggali kebijaksanaan dari mereka berdua,” katanya.

Sekali lagi, lanjut Andika, ini bukan lagi tentang pilkada, ini tentang mimpi-mimpi semua warga Banten. “Kita harus bersatu kembali demi kebaikan Banten lima tahun ke depan,” tutupnya.

Hal senada disampaikan sekretaris tim pemenangan WH-Andika, Media Warman. Saat jumpa pers di posko pemenangan WH-Andika di kediaman WH, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Media mengatakan pentingnya rekonsiliasi. “Kita juga perlu rekonsiliasi dan kami ajak kompetitor (Rano-Embay) sama-sama untuk membangun Banten,” katanya.

Kata Media, pasangan Rano-Embay punya pemikiran yang baik. “Selanjutnya program-program yang baiknya akan dilanjutkan,” tegasnya.

Media juga meminta kepada pendukung WH-Andika dan pendukung Rano-Embay bersama-sama membangun Banten lima tahun ke depan. Ia mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai hasil pilgub. “Karena masyarakat Banten sudah kondusif. Ini terlihat saat digelar pilgub beberapa hari lalu,” tegasnya.

Sementara Ketua Tim Kuasa Hukum WH-Andika, Ramdan Alamsyah membantah tudingan bahwa pilgub curang di Kota Tangerang. “Tudingan kecurangan itu fitnah. Kota Tangerang ini, merupakan lumbung suara Wahidin Halim,” tegasnya di tempat yang sama.

Ia menjabarkan data pemilu tahun 2011, Wahidin Halim memperoleh suara sebesar 72,79 persen. Lalu, pemilihan walikota Tangerang tahun 2008 memperoleh 89,4 persen. “Itu fakta,” katanya. Perolehan suara tersebut menunjukkan bahwa masyarakat percaya dan telah merasakan kinerja Wahidin selama menjadi walikota Tangerang.

Ia mengimbau relawan WH-Andika agar tidak terpancing kegaduhan dan dapat menahan diri agar suasana tetap kondusif. Ramdan menegaskan optimismenya bahwa pasangan WH-Andika akan menang meskipun akan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Hanya kecurangan yang bisa mengalahkan Wahidin-Andika. Kami minta untuk Panwascam dan Bawaslu untuk mengawasi dan meminta KPU untuk menyajikan sesuai fakta,” tukasnya. (Iwan S-Supriyono-Deni S/Radar Banten)