WH Minta Ratu Ati Percantik Kota Cilegon

Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan ucapan selamat kepada Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati, Rabu (31/7).

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim secara resmi melantik Ratu Ati Marliati sebagai Wakil Walikota Cilegon sisa masa jabatan 2016-2021 di gedung Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (31/7).

Pelantikan Ati berdasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Nomor 132.36-2922 Tahun 2019 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Wakil Walikota Cilegon Sisa Masa Jabatan 2016-2021.

Pada kesempatan pelantikan, Wahidin Halim (WH) meminta Ati melakukan pembenahan perbatasan dan pintu masuk tol serta keindahan dan kebersihan kota. “Segera membenahi perbatasan dan pintu masuk tol. Agar begitu memasuki kota Cilegon, wajah kotanya secantik ibu wakil walikotanya,” ujar WH sembari berkelakar dan disambut tawa seluruh undangan yang hadir pada pelantikan.

WH juga meminta agar Kota Cilegon dapat dirawat kebersihan dan keindahannya. Karena, kehadiran kota ditandai dengan seberapa bersih dan indahnya kawasan di tengah padatnya jumlah penduduk. “Di sanalah pemerintah harus hadir, di samping permasalahan-permasalahan lain yang kerap muncul di wilayah perkotaan,” ujar mantan Walikota Tangerang dua periode itu.

Namun, untuk penataan Kota Cilegon, WH mengaku tidak akan intervensi dan menyerahkan seluruhnya kepada Pemkot Cilegon. Apalagi, wakil walikotanya seorang perempuan yang dapat menciptakan kota ramah, bersih, dan indah.

WH berpesan agar Ati mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Ia juga mengingatkan, sebagai wakil walikota, Ati harus mendukung program walikotanya. “Dapat bekerja sama,” tuturnya.

Menanggapi pesan WH, Ati mengaku kebersihan, keindahan, dan mempercantik Kota Cilegon akan menjadi prioritas yang utama. Sebagai tugas jangka pendek, ia akan dengan sekuat tenaga mendampingi Walikota untuk menyelesaikan target yang belum tercapai. “Menjalankan fungsi wakil walikota dengan baik. Tidak akan melangkahi peran walikota,” ujarnya.

Terkait tahapan pelantikan dirinya sebagai wakil walikota yang panjang, Ati menilai hal tersebut merupakan dinamika dan tahapan yang harus ditempuh. “Mekanismenya begitu, khawatir kalau tidak, takut menimbulkan masalah,” tutur mantan birokrat ini. Untuk itu, ia merespons positif Pemprov Banten dan Mendagri untuk mengikuti tahapan dan aturan yang ada. (Rostinah)