WH Pertimbangkan Tutup KP3B

0
964 views
Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kecamatan Curug, Kota Serang diambil melalui foto udara, kemarin. Jika terus mengalami peningkatan penyebaran Covid-19, Gubernur akan menutup kawasan ini.

Kasus Klaster Pemda Meningkat

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mengakui ada beberapa pegawai Pemprov Banten yang terpapar Covid-19. Ia prihatin saat ini muncul klaster baru penyebaran Covid-19 yakni klaster pemerintah daerah (pemda).

Saat ini pegawai di tiga kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov terpapar Covid-19. Apabila jumlahnya semakin banyak, orang nomor satu di Provinsi Banten ini mengaku akan menutup Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) untuk sementara waktu.

“Ya tahu (ada pegawai Pemprov yang positif Covid-19-red) karena saya yang (meminta mereka-red) swab,” ujar WH melalui telepon seluler, Jumat (20/11).

Ia menilai, adanya beberapa pegawai yang terpapar Covid-19 terjadi karena ada kelonggaran. Kemungkinan para pegawai itu melakukan banyak aktivitas di luar rumah, sehingga terpapar virus corona.

Bahkan, ia memastikan mayoritas penyebaran virus itu tidak terjadi di perkantoran. “Di rumah, banyaknya di keluarga. Ada suami atau istrinya polisi, bininya pegawai kantor di mana. Bukan (terpapar di kantor-red),” tandasnya.

Alumni UI ini mengaku pihaknya saat ini secara bertahap sudah melakukan swab di perkantoran di KP3B. Seperti diberitakan sebelumnya, ada pegawai di tiga kantor OPD di KP3B terpapar Covid-19 yakni kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Inspektorat, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Dari tiga OPD itu, kantor DLHK pernah ditutup sementara.

Secara khusus, ia mengaku belum menutup seluruh KP3B. Namun, masing-masing OPD yang jumlah pegawai terpaparnya cukup banyak sudah diinstruksikan untuk dilakukan upaya pencegahan penyebaran. WH juga meminta kepada kepala OPD agar melakukan monitoring dan pengawasan termasuk juga melakukan tracing di masing-masing OPD-nya “Laporan dari dinas memang kondisinya mengkhawatirkan ya mau enggak mau kita pertimbangkan untuk kita lockdown,” tuturnya.

Kata dia, pihaknya akan koordinasi terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah pegawai pemda yang terkena Covid-19. “Kalau satu dua misalnya persentasenya dari 200 sekitar dua, tiga persen kita masih bisa buka,” terang politikus Partai Demokrat ini.

Pada dasarnya, ia mengatakan, saat ini Pemprov juga menerapkan bekerja dari rumah atau work from home. Dengan begitu, tidak semua pegawai masuk di hari yang sama, tetapi bergantian. “Sudah kami lakukan (WFH-red), kan masih berlangsung,” ujar mantan Anggota DPR RI ini.

Kata dia, dengan adanya kasus konfirmasi di tiga kantor OPD di KP3B beberapa waktu lalu, ia mengaku akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Atas kejadian itu, mantan Walikota Tangerang dua periode ini memberikan peringatan kepada seluruh pegawai pemda dan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana mengatakan, untuk pencegahan, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di semua kantor OPD di KP3B secara periodik. “Satu minggu sekali dan dapat dilakukan kapan pun sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kata dia, meskipun ada pegawainya yang terpapar Covid-19, tetapi pelayanan di kantor BPKAD masih tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Ia berharap upaya pencegahan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kalangan ASN.

“Yang terpenting adalah melakukan pendisiplinan diri dan lingkungan kerja dalam melaksanakan protokol kesehatan, sehingga dapat mencegah penyebaran penularan Covid-19,” terang Nana. (nna/air)