Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

SERANG – Aparat kepolisian menduga Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mempunyai kamp rahasia di wilayah Pandeglang, Banten. Di lokasi tersebut diperkirakan ada puluhan warga Banten yang dikabarkan hilang secara misterius sejak beberapa waktu lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun BANPOS (Jawa Pos Group), Rabu (13/1), mereka ada di kamp rahasia Gafatar untuk persiapan sebelum diberangkatkan ke wilayah Kalimantan. Namun hingga kini, lokasi yang disebut kamp konsentrasi itu masih dirahasiakan pihak berwenang.

Kasubid Kewaspadaan Dini Kesbangpol Provinsi Banten, Ova Safiudin mengatakan, saat ini Kesbangpol bersama dengan Pemkab Lebak dan sejumlah aparat penegak hukum baik dari Korem, Kodim, dan BIN masih melakukan pendalaman. “Kami sudah melakukan penyisiran ke beberapa tempat, dan mereka teridentifikasi di Pandeglang. Mereka sepertinya berkumpul dan memang sengaja dikumpulkan oleh pentolan Gafatar,” ungkapnya.

Terpisah, pihak Kesbangpol Kabupaten Lebak menyatakan bahwa sedikitnya terdapat 27 warga yang dinyatakan hilang dan diduga bergabung dengan Gafatar.  Antara lain, Muhaemin (45) bersama isteri dan dua anaknya, keluarga Maman (45) dengan ibu, mertua serta dua anaknya. Keluarga Sanimah (40) bersama suami dan lima anak serta Nandar (35) bersama istteri dan dua anak. Mereka tercatat sebagai warga Kampung Cibungur Pasir Desa Rangkasbitung Timur.

Selain itu, Harun (62) seorang pensiunan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Lebak juga menghilang bersama isteri dan empat anak. Harun tercatat sebagai Sekjen Gafatar Lebak. “Semua warga Rangkasbitung yang menghilang misterius itu tercatat 27 orang,” kata Kepala Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Lebak Yusup, kemarin.

Di Kota Tangsel, Firmansyah bersama istri Yuni (27) dan kedua anaknya Irgi (6) dan Radit (1,5) dinyatakan hilang 28 Desember 2015 lalu. Kasus hilangnya Firman dilaporkan seorang ibu bernama Anih, warga Jalan Duri Raya, Gang 4 No 21, RT 05/01 Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat ke Polres Tangerang.

Sementara Ketua Bakorpakem Kabupaten Lebak Rini Hartati mengatakan akan segera menyikapi soal informasi hilangnya puluhan warga Lebak yang diduga gabung Gafatar. “Saya baru terima laporan ini dari rekan-rekan (media), untuk menindak lanjutnya saya akan koordinasi lebih lanjut dengan beberapa stakeholder agar dalam prosesnya tidak ada simpang siur dan dapat berjalan dengan lancar,” papar Rini, yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Rangkasbitung ini kemarin. (RUS/ADE/IGO/RIU/dil/jpnn)