Wilayah Krisis Air Meluas

0
270 views
Sejumlah warga meninjau saluran irigasi di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa yang kekeringan, kemarin. Foto Daru/Radar Banten

SERANG – Wilayah di Kabupaten Serang yang mengalami krisis air akibat kekeringan meluas, mencapai 17 desa dari sepuluh kecamatan. Sebelumnya, sepuluh desa dari enam kecamatan yang melaporkan krisis air bersih dan membutuhkan bantuan pendistribusian air kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Data tambahan, desa yang meminta bantuan pengiriman air bersih itu berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani yang sudah dikoordinasikan dengan BPBD.

Kepala Bagian (Kabag) Umum PDAM Tirta Albantani Arif Setiawan mengatakan, pihaknya menerima surat permohonan bantuan air bersih dari beberapa desa di beberapa kecamatan. “Sudah tujuh desa dari empat kecamatan yang suratnya ke kami meminta bantuan pendistribusian air bersih,” ungkap Arif kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Jumat (2/8).

Ketujuh desa itu, diungkapkan Arif, di antaranya Desa Bojonegara dan Desa Wadas, Kecamatan Bojonegara serta Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari. Menindaklanjuti permohonan bantuan air bersih, pihaknya mendistribusikan bantuan air ke tujuh desa tersebut. “Sedikitnya 20 tangki air kami distribusikan setiap hari,” ungkapnya.     

Terkait itu, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Rachmat mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Albantani tentang pembagian wilayah pendistribusian bantuan air bersih ke desa-desa yang melaporkan krisis air bersih. “Kalau PDAM menyesuaikan wilayah jaringan yang sudah berlangganan dengan mereka,” terangnya.

Rachmat memastikan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan air bersih tersebut sejak Kamis (1/8). Dalam sehari, pihaknya mendistribusikan 10.000 liter air bersih menggunakan dua unit kendaraan waterpump. “Pengiriman air bersih dilakukan sehari dua kali, pagi dan siang,” ujarnya.

Rachmat memperkirakan, pengiriman air bersih akan berlangsung hingga dua bulan ke depan. Pihaknya selalu tanggap membantu masyarakat yang mengalami krisis air.

Dihubungi terpisah, Camat Pontang Daba mengaku prihatin dengan kondisi krisis air bersih yang dialami masyarakat di beberapa desa. Daba mengimbau, semua kepala desa reaktif menerima keluhan masyarakat. “Langsung kirim surat ke BPBD supaya penanganannya cepat,” imbaunya. (mg06/zai/ags)