Wisma Isolasi Bersama Penuh

0
2451
Kondisi salah satu kamar isolasi di Hotel Trans, di kawasan Lingkar Selatan, Kota Cilegon.

RSUD Cilegon dan RS Kurnia Didorong Jadi Rujukan

CILEGON – Wisma Isolasi Bersama Trans Hotel di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon telah terisi penuh.

Tak hanya Wisma Isolasi Bersama, kondisi serupa pun terjadi di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM). Ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut terisi penuh.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani. Menyikapi hal itu, saat ini pemerintah sedang mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon dan Rumah Sakit (RS) Kurnia untuk menjadi rumah sakit rujukan.

“Kita akan dorong ke sana, saya sudah buat surat ke RSUD untuk bisa menyiapkan ruang khusus isolasi pasien Covid-19, dan rumah sakit Kurnia kita dorong,” ujar Dana saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Senin (28/12).

Dana berharap agar pihak rumah sakit segera memberikan kepastian ikhwal hal tersebut. Dana menargetkan agar kedua rumah sakit itu menjadi tempat isolasi pasien Covid-19 dalam waktu secepatnya.

Hal itu seiring dengan terus meningkatnya pasien Covid-19 di Kota Cilegon, baik yang bergejala maupun tanpa gejala.

“Secepatnya, karena kondisi sudah seperti ini,” ujarnya.

Ada spesifikasi yang perlu dipenuhi oleh pihak rumah sakit untuk kepentingan isolasi pasien Covid-19. Dana berharap RSUD Cilegon serta RS Kurnia bisa memenuhi ketentuan tersebut.

“Sehingga jika ada yang positif tidak harus dibawa ke RSU Banten atau Wisma Atlet,” ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Komisi I DPRD Kota Cilegon Aam Amarullah mengajak semua pihak untuk mendukung langkah pemerintah dalam menekan kasus Covid-19, termasuk masyarakat.

Menurut Aam, beberapa waktu terakhir banyak pemberitaan tentang pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat di pusat perbelanjaan.

“Kesehatan lebih penting daripada diskon, karena kami berharap masyarakat untuk tidak tergiur oleh diskon kemudian mengabaikan protokol kesehatan,” ujar Aam.

Ia pun meminta kepada pengelola pusat perbelanjaan maupun tempat publik untuk memperhatikan protokol kesehatan serta membuat sistem yang bisa membuat aturan itu bisa dilakukan oleh semua orang.

“Sebagai tuan rumah mesti bertanggung jawab, menyiapkan segalanya,” ujarnya. (bam)