Petugas KPK menunjukkan barang bukti suap dari operasi tangkap tangan salah seorang direktur PT Krakatau Steel. Foto: Miftahulhayat/Jawa Pos

JAKARTA – KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro, Jumat (22/3).

Wisnu yang kini ditetapkan sebagai tersangka, diduga menerima suap dari dua petinggi perusahaan. Yaitu, Presiden Direktur (Presdir) PT Grand Kartech Tbk Kenneth Sutardja dan bos Tjokro Group Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro. KPK mengamankan uang Rp 20 juta tunai dan sebuah rekening perbankan dari tangan Wisnu. Uang itu diterima Wisnu atas perantara Alexander Muskitta.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan bahwa Wisnu diamankan di sebuah mal di Bintaro, Tangerang Selatan, bersama Alexander pada Jumat (22/3). Mereka diduga menerima suap terkait pengadaan kontainer dan boiler di Krakatau Steel (KS). Nilai pengadaan itu Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar untuk tahun anggaran 2019.

Dalam kasus tersebut, Alexander yang diduga berperan sebagai broker menawarkan perusahaan Grand Kartech dan Group Tjokro sebagai rekanan proyek di Krakatau Steel. Penawaran itu pun disetujui Wisnu dengan commitment fee 10 persen dari total nilai proyek. “AMU (Alexander, Red) diduga bertindak mewakili dan atas nama WNU (Wisnu),” papar Saut, Sabtu (23/3), dikutip dari JawaPos.com.

Setelah kesepakatan itu, Alexander kemudian meminta uang Rp 50 juta dari Kenneth dan Rp 100 juta dari Yudi Tjokro. Pada Rabu (20/3) Alexander menerima cek senilai Rp 50 juta dari Yudi dan menyetorkannya ke rekening bank miliknya. Di saat hampir bersamaan, Alexander juga menerima USD 4 ribu dan Rp 45 juta dari Kenneth dan langsung disetor ke rekening. “Rp 20 juta (bagian dari penerimaan suap, Red) diserahkan oleh AMU (Alexander) ke WNU (Wisnu) di kedai kopi di daerah Bintaro,” ungkap Saut.

Transaksi suap itulah yang kemudian menjadi dasar KPK mengamankan Wisnu dan Alexander. KPK pun menetapkan empat tersangka. Yakni, Wisnu dan Alexander sebagai penerima serta Kenneth dan Yudi sebagai pemberi.

Namun, sampai Sabtu malam, KPK belum berhasil mengamankan Yudi. Saut pun meminta bos perusahaan teknik dan manufaktur itu untuk segera menyerahkan diri ke KPK. “KPK mengimbau kepada yang bersangkutan segera datang ke gedung Merah Putih KPK,” tegasnya. (jpc/aas)