Kampus Universitas Faletehan di Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

SERANG – Universitas Faletehan menggelar wisuda dan pengambilan sumpah di Graha Faletehan, Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Prosesi akhir perkuliahan ini akan diikuti 662 orang peserta dari berbagai program studi.

Ketua Panitia Rina Kartikasari mengungkapkan, wisuda XV akan berlangsung dua hari yakni pada Rabu dan Kamis (11-12/9). Pada gelombang pertama, wisuda diikuti 383 orang dari tiga program studi yakni S1 Keperawatan 92 orang, Profesi Ners 102 orang, program studi D3 Keperawatan Reguler 127 orang dan 62 orang Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Mahasiswa RPL merupakan tenaga kesehatan yang bekerja di lembaga kesehatan dan saat ini pemerintah mewajibkan tenaga kesehatan lulusan D3 sehingga pemerintah memfasilitasi para mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan,” katanya.

Ia melanjutkan, untuk gelombang kedua diikuti 279 mahasiswa terdiri dari atas 76 orang S1 Kesehatan Masyarakat, 27 orang Kesehatan Masyarakat Transfer, 80 orang D3 Kebidanan, dan 96 orang S1 Keperawatan Non Reguler. Dalam dua kali wisuda ini akan pengambilan sumpah dan khusus S1 Kesehatan Masyarakat ini merupakan yang pertama dilakukan oleh Ikatan Alumni Ahli Kesehatan Masyarakat Provinsi Banten.

“Sementara Kebidanan akan diambil sumpah oleh Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Banten dan Keperawatan diambil sumpah oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Banten,” katanya.

Rektor Universitas Faletehan Andiko Nugraha Kusuma mengungkapkan, ini wisuda pertama menggunakan nama Universitas Faletehan, tetapi untuk ijazah kelulusan masih menggunakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Faletehan. “Tetapi lulusan tahun depan akan menggunakan ijazah Universitas Faletehan,” katanya.

Ia mengatakan, Universitas Faletehan sebagai perguruan tinggi kembali meluluskan para mahasiswa yang diharapkan bisa ikut memberikan kontribusi positif di masyarakat baik di Banten maupun skala nasional. Untuk itu, mahasiswa harus terus belajar ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jangan berpuas diri dengan gelar yang diraih saat ini karena belajar harus sepanjang hayat,” katanya. (Susi K)