Wow, Atlet Gulat Putri Banten Dipanggil Satlak Prima

Gulat Banten
Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo dan Desi Sinta (dua dari kiri) berfoto bersama di sekretariat KONI Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (12/2/2016). (Foto: Andre AP)

SERANG – Atlet gulat putri Banten Desi Sinta (kelas 69 kilogram gaya bebas) resmi bergabung di pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) jangka panjang. Desi dipanggil Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima) sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2018 di Indonesia. Pelatnas gulat akan dimulai 15 Februari di Bandung, Jawa Barat.

Pemanggilan Desi oleh Satlak Prima Asian Games tidak lepas dari berbagai prestasi yang ditorehnya di berbagai kejuaraan nasional. Salah satu penampilan impresifnya ketika sukses meraih medali emas di Pra-PON beberapa waktu lalu.

“Senang dan bangga sudah pasti. Semua atlet menginginkan bergabung ke pelatnas. Ini kesempatan langka dan saya harus bisa memanfaatkan sebaik mungkin. Bagi saya, pemanggilan ini merupakan titik awal karir saya di dunia gulat profesional. Makanya, saya harus bekerja ekstrakeras dengan penuh tanggung jawab untuk membayar kepercayaan yang diberikan negara dengan prestasi terbaik,” kata Desi usai bersilaturahmi dengan Ketua Umum KONI Banten, Jumat (12/2/2016) sore, seperti dilansir Harian Radar Banten.

“Dari sepuluh atlet yang dipanggil, saya dan atlet DKI Jakarta merupakan wajah baru karena pemanggilan pelatnas sekarang merupakan yang perdana bagi kami. Sisanya adalah atlet senior yang sudah malang melintang atau langganan tim pelatnas. Degdegan juga rasanya karena masuk wilayah baru. Tapi, saya akan berusaha secepat mungkin untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan tim agar tidak grogi. Kalau grogi, latihan tidak bisa maksimal. Bisa-bisa didepak dari tim pelatnas nanti,” ujarnya.

Tidak ingin hanya sekadar mampir di tim pelatnas, ia berjanji akan berlatih keras dan sungguh-sungguh demi mengharumkan nama bangsa dan Banten. “Saya optimistis bisa memberi yang terbaik untuk Indonesia,” tegas Desi.

Sementara itu, Kepala Pelatih Gulat Banten Susana Hasna Toha menyatakan, pemanggilan Desi bergabung dengan tim pelatnas menambah catatan tinta emas prestasi gulat Banten. Desi merupakan pegulat Banten kedua yang mampu menembus persaingan menuju pelatnas. “Tahun 2003 juga ada satu pegulat Banten yang dipanggil pelatnas. Setelah 13 tahun, baru sekarang lagi pegulat Banten dipanggil ke pelatnas. Tentu sebuah prestasi yang membanggakan bagi kami, tapi perlu dicatat bahwa persaingan menuju Asian Games masih ketat. Saya minta Desi mampu meningkatkan kualitasnya supaya bisa bertahan di pelatnas,” ucapnya.

Pada bagian lain, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo terlihat tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangga atas dipanggilnya patriot olahraga Banten untuk membela panji merah putih di kancah internasional. “Suatu surprise dan kebanggaan bagi kami atlet pelatda PON kita dipanggil ke pelatnas. Kami berharap di sana (pelatnas-red) Desi bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya sebagai modal untuk menghadapi berbagai kejuaraan,” kata mantan Kapolda Banten itu.

Hingga saat ini, lanjut Rumiah, Banten telah menyumbang enam atlet dari lima cabang olahraga di pelatnas, yakni menembak, karate, dayung, ski air, dan gulat. “Bagi kami, dengan enam atlet yang ada di pelatnas akan menjadi modal berharga jelang menghadapi PON. Kami berharap keenam atlet tersebut mampu menghantarkan Banten cemerlang di PON nanti,” pungkasnya. (RB/dre/alt/dwi)